SHOLAT SUMBER KEBAHAGIAAN DAN KETENANGAN
"PENDALAMAN
TERAPI SHALAT BAHAGIA"
Oleh:Prof.Dr.Moh.
Ali Aziz, M.Ag
Guru
Besar UIN Sunan Ampel Surabaya &
Trainer
Internasional “Pendalaman Terapi Sholat Bahagia”
Setiap muslim memiliki
kewajiban untuk melaksanakan ibadah sholat fardhu, yaitu sholat 5 waktu dalam
sehari semalam. Hukum sholat 5 waktu adalah fardhu ‘ain, orang yang
mengakhirkan waktu shalat fardhu dengan sengaja maka ia berdosa apalagi orang
yang sengaja tidak mengerjakan shalat? Semoga kita selalu istiqamah dalam
melakukan shalat fardhu dengan tepat waktu. Allah pun berfirman dalam surat
Al-Baqarah ayat 43
وَأَقِيمُوا
الصَّلَاةَ وَآتُوا الزَّكَاةَ وَارْكَعُوا مَعَ الرَّاكِعِينَ
Artinya: Dan dirikanlah
shalat, tunaikanlah zakat dan ruku'lah beserta orang-orang yang ruku'
Sejak kecil kita harus
menanamkan kebiasaan sholat, ketika beranjak baligh akan menjadi kewajiban.
Banyak keutamaan-keutamaan sholat yang bisa kita peroleh dalam kehidupan
sehari-hari di dunia dan akhirat kelak.
Shalat merupakan amalan
pertama yang ditimbang di akhirat kelak, jika sholat kita bagus maka akan bagus
juga seluruh amalan kita tapi sebaliknya jika sholat kita jelek maka jelek juga
seluruh amalan kita. Al-Quran pun menjelaskan dalam surat Al-Ma’un :
فَوَيْلٌ
لِّلْمُصَلِّيْنَۙ
Artinya:
Maka celakalah orang yang salat,
Maksud
dari ayat ini adalah celakalah bagi mereka yang hanya sekedar shalat, kemudian
ayat ini dipertegas oleh ayat selanjutnya
الَّذِيْنَ هُمْ عَنْ
صَلَاتِهِمْ سَاهُوْن.َ الَّذِيْنَ هُمْ يُرَاۤءُوْنَ. وَيَمْنَعُوْنَ
الْمَاعُوْنۙ
(yaitu)
orang-orang yang lalai terhadap salatnya, dan enggan memberikan bantuan, dan
yang berbuat ria
Ke
3 ayat ini telah menjelaskan bahwa ketika kita hanya sekedar shalat itu semua
tidak mempengaruhi perilaku kita tapi jika kita melakukan shalat dengan baik,
khusu’ dan benar maka perilaku kita akan otomatis baik dengan berjalannya
waktu.
Maka
dari itu seburuk apapun kita sesering apa kita bermaksiat kita harus tetap
menunaikan shalat karena dengan shalat itulah perilaku kita akan bisa berubah
menjadi lebih baik dengan izin Allah SWT.
Secara bahasa sholat
bermakna do’a, sedangkan secara istilah, sholat merupakan suatu ibadah wajib
yang terdiri dari ucapan dan perbuatan yang diawali dengan takbiratul ihram dan
diakhiri dengan salam dengan rukun dan persyaratan tertentu.
Menurut hakekatnya,
sholat ialah menghadapkan jiwa kepada Allah SWT, yang bisa melahirkan rasa
takut kepada Allah & bisa membangkitkan kesadaran yang dalam pada setiap
jiwa terhadap kebesaran & kekuasaan Allah SWT.
Dalam mengerjakan
sholat harus selalu berusaha menjaga kekhusu’annya. Secara bahasa, khusyu’
berasal dari kata khasya’a yakhsya’u khusyu’an, yang berarti memusatkan
penglihatan pada bumi & memejamkan mata/meringankan suara ketika shalat.
Khusyu’ itu artinya
lebih dekat dengan khudhu’ yakni tunduk & takhasysyu’ yakni membuat diri
menjadi khusyu’. Khusyu’ ini bisa melalui suara, gerakan badan atau
pengelihatan. ketiganya itu menjadi tanda
kekhusyu’an bagi seseorang dalam melaksanakan shalat.
Secara istilah syara’,
khusyu’ ialah keadaan jiwa yang tenang & tawadhu’, kemudian khusyu’ dihati
sangat berpengaruh dan akan tampak pada anggota tubuh lainnya.
Khusyu’ inilah yang
menjadi masalah umat Islam saat ini, berapa banyak orang yang melakukan shalat
setiap harinya melakukan shalat tapi tidak khusyu’? penyebab ketidak khusyu’an itu adalah ketidakmauan
seseorang dalam mempelajari shalat, bisa juga ketidak khusyu’an itu disebabkan
karena tidak paham arti shalat, banyak orang Islam yang hafal bacaan shalat
tapi tidak paham apa yang ia baca.
Maka dari itu dalam
pertemuan ini saya akan membahas tentang apa itu shalat? Apa saja manfaat
shalat? dan bagaimana cara melakukan shalat dengan khusyu’? yang tentunya semua
itu saya dapatkan setelah saya mengikuti “Pendalaman Terapi Shalat Bahagia”
yang dipimpin langsung oleh trainer Internasional yaitu Prof.Dr.Moh. Ali Aziz,
M,ag. Tapi sebelum masuk ke materi saya ingin bercerita sedikit tentang gaya
hidup shalat saya sebelum mengikuti “Pendalaman Terapi Shalat Bahagia”
“Saya dari kecil
bersekolah di sekolah umum, maka kurang sekali pemahaman tentang ilmu agama.
Setiap hari saya melakukan shalat tapi saya masih merasa shalat saya belum
sempurna karena sering sekali dalam melakukan shalat itu saya tidak khusyu’.
Karena kerisauan ini saya memberanikan diri untuk berpindah jurusan dari yang
awalnya sekolah teknik berpindah ke manajamen dakwah. Dengan izin Allah saya
sangat bersyukur telah dipertemukan dengan Prof.Dr.Moh. Ali Aziz. M,ag yang
telah menuntun dan memberikan tambahan ilmu yang sangat berharga bagi kehidupan
saya yaitu tentang bagaimana cara melakukan shalat dengan khusyu”
Masuk kedalam materi,
perlu diketahui shalat itu sangat canggih tapi tergantung orang yang melakukan
shalat tersebut ibarat sebuah hp android, hp android itu sangat canggih tapi
jika yang mengoperasikan seseorang yang sudah lansia hp itu tidak lagi canggih
karena orang yang mengoperasikannya tidak paham bagaimana cara mengoperasikan
hp dengan maksimal. Begitupun shalat jika orang yang melakukan shalat tidak
paham apa itu shalat, tidak mengerti makna gerakan shalat dan tidak paham arti
bacaan shalat maka shalat tersebut hanya sekedar kegiata berdiri, rukuk, dan
sujud saja tidak menimbulkan efek bagi kehidupan sehari hari.
Sholat yang dilakukan
dengan baik dan benar maka akan menimbulkan efek yang luar biasa bagi kehidupan
sehari hari, karena shalat merupakan obat dari segala obat tentunya bisa menyembuhkan
kesehatan jasmani dan rohani. Menurut Prof.Dr.Moh. Ali Aziz M,Ag setiap gerakan
sholat memiliki arti masing masing didalam sholat juga kita juga bisa
menambahkan doa didalam gerakan gerakan sholat karena saat sholat itulah waktu
kita dekat dekatnya dengan sang Maha Pencipta Allah SWT dan jika kita berdoa
saat sholat doa itu akan cepat dikabulkan tapi bukan berarti doa saat setelah
shalat tidak cepat dikabulkan oleh Allah SWT
Ibaratnya begini ketika
kita meminta sesuatu terhadap seseorang, jika kita memintanya saat di depan
kita maka permintaan kita akan lebih cepat dikabulkan dibandingkan saat orang
itu pergi begitulah ketika kita berdoa dalam sholat maka doa kita akan cepat
dikabulkan karena saat itulah waktu kita dekat dekatnya dengan Sang Maha Pencipta
Allah SWT.
Gerakan sholat dibagi
menjadi 6 dan di masing masing gerakan itulah kita bisa merenungkan sebuah doa
tentunya doa tersebut dilakukan dalam hati tidak boleh diucapkan. Berikut
renungan doa yang bisa kita lakukan dalam gerakan sholat menurut Prof.Dr.Moh.
Ali Aziz, M,Ag
- Berdiri, berdiri memiliki kata kunci subhan yang artinya (syukur, bimbingan dan ketahanan iman). Syukur: “Wahai Allah, aku bersyukur atas semua nikmat-Mu yang telah engkau berikan kepadaku. Bimbingan: “Bimbinglah aku dan keluarga agar tetap di jalan yang benar”. Ketahanan iman: “Berilah ketahanan aku ketahanan iman untuk melawan hawa nafsu agar selamat dari kesesatan dan murka-Mu
- Rukuk, rukuk
memiliki kata kunci turut yang artinya (tunduk dan menurut). Tunduk: “Wahai Allah aku tunduk
membungkuk kepada kehendak-Mu. Aku bertasbih dan menyerahkan hidup-mati,
sehat-sakit, kaya- miskin dan semua persoalan hanya kepada-Mu. Menurut: “Aku menurut kepada semua
perintah-Mu dan ampunilah semua dosa dosaku.
- I’tidal, i’tidal
memiliki kata kunci hadir yang artinya (hak pujian, takdir). Hak pujian, “Hanya engkau yang berhak
dipuji. Ampunilah aku karena terlintas mengharapkan pujian manusia”. Takdir Allah, “Semua hal terjadi atas
takdir-Mu, aku iklhas dan ridla menerimanya”
- Sujud, sujud
memiliki kata kunci masjid yang artinya (maaf, sinar, jiwa dan raga). Maaf, “Maafkan dosa dosaku, dosa dosa
bapak ibuku dan dosa dosa keluargaku. Di bagian sujud inilah merupakan suatu
gerakan shalat yang sangat nikmat jika kita melakukan tambahan doa di dalamnya
seperti “Wahai Allah ampunilah aku, kedua orang tuaku, istri/suamiku, dan anak
anakku, lebih lebih mereka yang telah meninggal dunia. Jauhkan mereka dari
siksa kubur dan neraka. Jadikan kuburan sebagai taman surga yang menyenangkan
mereka. Jika dalam pandangan-Mu terdapat ada kebaikan pada diriku, jadikan
kebaikan itu bagian dari pahala yang teralirkan untuk ibu bapakku, guru guruku,
keluargaku dan semua orang yang telah berjasa mengantarkan aku sampai aku
menjadi orang seperti ini” Sinar, “Sinarilah
hati, lidah, mata dan telingaku agar selalu berbuat yang Engkau ridlai”. Jiwa dan Raga, “Jiwa dan Ragaku dalam
kekuasaan-Mu. Aku serahkan hidup- mati, sehat-sakit, kaya- miskin dan semua
persoalan hanya kepada-Mu”.
- Duduk Diantara Dua Sujud, dudk
diantara dua sujud memiliki kata kunci aksi yang artinya (ampunan, kasih,
sejahtera iman). Ampunan, “Wahai
Allah, ampunilah dosa dosaku”. Kasih,
“Kasihilah aku, cintailah aku, jadikan hidupku penuh kasih bersama keluarga dan
sesame manusia. Kepada siapa lagi aku memohon belas kasih jika bukan kepada-Mu.
Kesejahteraan Iman, “Kuatkanlah
imanku agar aku semakin dekat dengan-Mu, sabar, dan tegar menghadapi semua
cobaan darimu”
- Tasyahud, tasyahud
memiliki kata kunci sosial (sholawat, peraksian, tawakal). Sholawat, “Sholawat dan salam untuk Nabi SAW, berikan aku kekuatan
menyontoh aklhaknya”. Peraksian, “Aku
bersaksi tida Tuhan selain Engkau, dan Muhammad adalah utusan-Mu, jadikan
syahadat pegangan dan penutup hidupku”. Tawakal,
“Aku serahkan hidup- mati , sehat- sakit, kaya- miskin dan semua persoalan
hidupku hanya kepada-Mu”.
Itulah contoh suatu
renungan yang dilakukan pada setiap gerakan sholat, kita juga bisa menyelipkan
suatu renungan persoalan persoalan kehidup kita di dalamnya seperti ketika
menghadapi suatu kesulitan saat ujian, mempunyai orang tua yang tidak shalat,
memiliki penyakit yang tak kunjung sembuh dan lain sebagainya. Kita bisa
melakukan renungan tersebut saat shalat tentunya semua itu kita lakukan ketika
melakukan sholat secara sendirian seperti saat shalat dhuha dan shalat tahajud.
Jika kita sudah melakukan shalat secara baik,
benar dan paham makna dari seluruh gerakan dan bacaan shalat, ada satu hal lagi
yang harus dilakukan jika kita ingin meraih kebahagiaan yang sesungguhnya dalam
hidup yaitu kita harus banyak banyak bersyukur dan tidak mudah mengeluh karena
Allah sangat membenci orang yang tidak pernah bersyukur dan mudah mengeluh.
Ketika doa kita belum dikabulkan kita tidak boleh mengeluh dan berputus asa karena ada 3 macam
dalam proses pengabulan doa. Pertama, doa itu dikabulkan langsung saat itu
juga. Kedua, doa dikabulkan secara berangsur angsur. Ketiga, doa dikabulkan
diwaktu yang cukup lama setelah kita melakukan doa, tapi seluruh doa dikabulkan
Allah di waktu yang tepat karena rencana Allah lah sebaik baik rencana.
Semoga setelah membaca
tulisan ini kita dapat merubah pola sholat kita dan hidup kita menjadi pribadi
yang lebih baik dan selalu bersyukur atas nikmat Allah SWT.
Komentar
Posting Komentar