Pengertian Dakwah
Pengertian
Dakwah.
Oleh:
Azrul Afrillana
Awaludin (B94219071)
Kelas D3
Dosen Pengampu:
Prof. Dr. Moh.
Ali Aziz, M.Ag
Asisten Dosen I:
Ati’ Nur
Syafa’ah, M.Kom.I
Asisten Dosen II:
Baiti Rahmawati,
S.Sos
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI
SUNAN AMPEL SURABAYA
2019
KATA PENGANTAR
Puji syukur kepada Allah SWT, yang
telah memberi nimat, kesempatan dalam mengerjakan tugas makalah ini. Sholawat
serta salam tidak lupa kami panjatkan kepada Nabi Muhammad SAW. Terima kasih
kepada Prof. Dr. Moh. Ali Aziz, M.Ag dan ibu Ati’ Nur Syafa’ah, M.Kom.I serta
ibu Baiti Rahmawati, S.Sos yang telah memberikan kepercayaan kepada saya untuk
mengerjakan tugas ini.
Kegiatan penyususnan makalah Pengertian
Dakwah adalah merupakan salah satu kegiatan yang bertujuan untuk memberikan
pengertian apa itu dakwah dan peninjauan dakwah dari segi semantic dan terminologis.
Penyusunan ini dilakukan oleh beberapa
mahasiswa baru prodi manajamen dakwah dari UIN Sunan Ampel Surabaya serta
bimbingan dosen dan asisten dosen mata kuliah Ilmu Dakwah UIN Sunan Ampel
Surabaya.
Makalah Pengertian Dakwah ini diharapkan
dapat memenuhi sebagian dari kebutuhan mahasiswa UIN dan mahasiswa Perguruan
Agama Tinggi Agama Islam Swasta seta pihak lainnya yang berminat mengenali
lebih banyak tentang ruang lingkup Pengertian Dakwah.
Kepada semua pihak kami mengharapkan saran/koreksi
yang membangun demi kesempurnaan makalah ini.
Wabillahit taufiq wal hidayah.
Surabaya, 21
Agustus 2019
Kelompok 1
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
BAB I PEMBAHASAN
A. Pengertian Dakwah
B. Pengertian Dakwah Menurut Tinjauan Semantik
DAFTAR ISI
BAB I PEMBAHASAN
A. Pengertian Dakwah
B. Pengertian Dakwah Menurut Tinjauan Semantik
Dan Terminologi
C. Beberapa Istilah Yang Terkait Dengan Makna Dakwah
C. Beberapa Istilah Yang Terkait Dengan Makna Dakwah
BAB II KESIMPULAN
DAFTAR PUSAKA
DAFTAR PUSAKA
BAB I
PEMBAHASAN
A. Pengertian Dakwah
Dalam agama Islam kata dakwah sudah tidak
asing lagi,karena Islam merupakan agama dakwah yang memberi petunjuk kepada
manusia agar memiliki sifat individual yang baik, beradab dan berkualitas.
Dakwah secara bahasa mempunyai makna
menyeru/mengajak dalam kebaikan[1]. Dakwah
juga diartikan oleh para ulama adalah suatu kegiatan untuk menyampaikan dan
mengajarkan serta mempratikkan ajaran islam di dalam kehidupan sehari
hari,seperti dikemukakan oleh abu Muhammad Al-Futuh dalam kitabnya yang
berjudul al-madkal ila’ilm ad Da’wat ,
menurut beliau dakwah adalah menyampaikan dan mengajarkan agama islam kepada
seluruh manusia dan mempraktikannya dalam realitas kehidupan[2].
Apabila kita memperhatikan Al-Quran dan
As-Sunnah,kita akan mengetahui bahwa dakwah menduduki tempat yang utama dalam
menenttukan perubahan[3]. Keindahan
dan kesesuaian agama Islam sangat ditentukan dengan dakwah yang disampaikan
oleh umat Islam
Banyak
sekali definisi atau pengertian dakwah menurut beberapa ahli,diantaranya:
1.
Syaikhul
Islam Ibnu Taimiyah, mendefinisikan dakwah
dengan mengajak seseorang untuk beriman kepada Allah dan kepada apa yang
dibawa oleh rasulnya.
2.
Muhammad
Al-Wakil mendifinisikan,dakwah adalah mengumpulkan manusia dalam kebaikan dan
menunjukkan jalan yang benar dengan cara al-amru
bi al-ma’ruf dan wa nahyu an al-munkar.[4]
3.
Aboebakar
Atjeh,dakwah adalah perintah mengadakan seruan kepada sesama manusia magar
kembali dan hidup sepanjang ajaran Allah yang baik dan benar dengan penuh
kebijaksanaaan.
Dakwah secara terminologi secara langsung
diungkapkan dalam Al-Quran,kata dakwah dalam Al-Quran diungkapkan sekitar 198
kali yang tersebar dalam ayat, 55 surat.Kata dakwah oleh Al-Quran digunakan
secara umum.Artinya, Allah masih menggunakan istilah da’wah il Allah (dakwah
islam) dan da’wah ila nar (dakwah setan). Oleh karena itu dalam tulisan ini
yang dimaksud dengan da’wah il Allah adalah tabligh,amar ma’ruf nahi munkar, mau’idzoh
hasanah, tabsyir, washiyah, tarbiyah dan ta’lim.[5]
Banyak juga yang menganggap dakwah itu cinta[6], karena
dakwah hanya bisa dilanjutkan oleh orang-orang yang memiliki kecintaan kepada
Allah dan Rasul-Nya karena rasa cinta itulah kita menganggap dakwah itu
segalanya (prioritas). Jika seseorang sudah mencintai dakwah ia akan rela
memberikan segalanya karena dakwah membutuhkan segalanya dari kita dari
waktu,harta, diri kita bahkan nyawa kita.
Jika orang sudah benar benar mencintai dakwah
jika dakwah meminta waktunya dia akan memberikan waktunya,jika dakwah meminta
hartanya ia akan memberinya dengan iklhas, jika dakwah meminta dirinya ia akan
siap kapanpun.Bahkan nyawapun akan rela dipersembahkan untuk dakwah.
Seperti
yang dijelaskan di beberapa bagian tadi arti dakwah adalah menyeru/mengajak
dalam kebaikan.Banyak orang takut berdakwah karena dirinya belum merasa lebih
baik dari orang lain,padahal dakwah juga memiliki arti saling mengingatkan
dalam kebaikan.Intinya jangan pernah takut menyampaikan dalam hal kebaikan
meskipun dirimu belum baik[7].
Sebagaimana firman Allah dalam surat Ali
Imran:110:
كُنْتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ
أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ
وَتُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَلَوْ آمَنَ أَهْلُ الْكِتَابِ لَكَانَ خَيْرًا لَهُمْ
مِنْهُمُ الْمُؤْمِنُونَ وَأَكْثَرُهُمُ الْفَاسِقُونَ
Artinya: Kamu (umat Islam) adalah
umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia, (karena kamu) menyuruh (berbuat)
yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar, dan beriman kepada Allah.
Sekiranya Ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka. Di antara
mereka ada yang beriman, namun kebanyakan mereka adalah orang-orang fasik.
Berdasarkan definisi definisi dakwah
,sesungguhnya hakikat dakwah terletak pada usaha pencegahan dari penyakit
penyakit masyarakat yang bersifat psikis dengan cara mengajak atau memotivasi
orang dalam kebaikan dan bertakwa kepada Allah SWT.
B. Pengertian Dakwah Menurut Tinjauan Semantik dan Terminologi
Kata dakwah
berasal dari bahasa arab dalam bentuk lafinitif dari kata kerja:da’a, yad’uua,
da’watan, kata dakwah memiliki berbagai macam makna atau arti,yaitu:pertama,memanggil
seperti ungkapan dalam bahasa arab “da’a
fulan min fula’nan”, kedua,memohon tentang sesuatu seperti dalam ungkapan “da’a fulan min fulanan”, ketiga,menyeru
kepada suatu jalan yang diikuti atau untuk dihindari[8],Seperti
firman Allah dalam surat Yusuf:33:
قَالَ رَبِّ ٱلسِّجْنُ أَحَبُّ إِلَىَّ مِمَّا يَدْعُونَنِىٓ
إِلَيْهِ وَإِلَّا تَصْرِفْ عَنِّى كَيْدَهُنَّ أَصْبُ إِلَيْهِنَّ وَأَكُن مِّنَ
ٱلْجَٰهِلِينَ
Yusuf berkata: “Wahai
Tuhanku, penjara lebih aku sukai daripada memenuhi ajakan mereka kepadaku. Dan
jika tidak Engkau hindarkan daripadaku tipu daya mereka, tentu aku akan
cenderung untuk (memenuhi keinginan mereka) dan tentulah aku termasuk
orang-orang yang bodoh.”
Ayat tersebut
menjelaskan Yusuf lebih memilih penjara daripada memenuhi keinginan keinginan
wanita wanita tersebut untuk berbuat zina Yusuf pun meminta pertolongan Allah
agar dijauhkan dari ajakan keburukan oleh wanita wanita tersebut.
Dalam Al-Quran
kata kata dakwah dan berbagai bentuk katanya disebut sebanyak 198
kali menurut hitungan Muhammad Sulthon,299 kali menurut Muhammad fu’ad
al-Baqi,atau 212 kali menurut Asep Muhidin,ini berarti Al-Quran mengembangkan
makna dari kata dakwah untuk berbagai penggunaan.[9]
1.
Dakwah dapat pula
dimaknai ‘Berharap sesuatu kebaikan’ kepada
Allah,seperti Firman-nya di Al-Baqarah ayat 186:
وَإِذَا سَأَلَكَ
عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ
فَلْيَسْتَجِيبُوا لِي وَلْيُؤْمِنُوا بِي لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُونَ
” Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu
tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan
permohonan orang yang mendoa apabila ia berdoa kepada-Ku, maka hendaklah mereka
itu memenuhi (segala perintah)-Aku dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar
mereka selalu berada dalam kebenaran.” (QS. Al-Baqarah: 186)[10]
2. Dalam pengertian lain dakwah juga dapat
dimaknai ‘Mendorong seseorang untuk
meyakini suatu keyakinan’ seperti yang terdapat dalam arti surat Al-Baqarah
ayat 221,:
وَلَوْ أَعْجَبَتْكُمْ ۗ
وَلَا تُنكِحُوا۟ ٱلْمُشْرِكِينَ حَتَّىٰ يُؤْمِنُوا۟ ۚ وَلَعَبْدٌ مُّؤْمِنٌ
خَيْرٌ مِّن مُّشْرِكٍ وَلَوْ أَعْجَبَكُمْ ۗ أُو۟لَٰٓئِكَ يَدْعُونَ إِلَى
ٱلنَّارِ ۖ وَٱللَّهُ يَدْعُوٓا۟ إِلَى ٱلْجَنَّةِ وَٱلْمَغْفِرَةِ وَلَا
تَنكِحُوا۟ ٱلْمُشْرِكَٰتِ حَتَّىٰ يُؤْمِنَّ ۚ وَلَأَمَةٌ مُّؤْمِنَةٌ خَيْرٌ
مِّن مُّشْرِكَةٍ بِإِذْنِهِۦ ۖ وَيُبَيِّنُ ءَايَٰتِهِۦ لِلنَّاسِ لَعَلَّهُمْ
يَتَذَكَّرُونَ
Dan janganlah kamu menikahi wanita-wanita musyrik, sebelum
mereka beriman. Sesungguhnya wanita budak yang mukmin lebih baik dari wanita
musyrik, walaupun dia menarik hatimu. Dan janganlah kamu menikahkan orang-orang
musyrik (dengan wanita-wanita mukmin) sebelum mereka beriman. Sesungguhnya
budak yang mukmin lebih baik dari orang musyrik, walaupun dia menarik hatimu.
Mereka mengajak ke neraka, sedang Allah mengajak ke surga dan ampunan dengan
izin-Nya. Dan Allah menerangkan ayat-ayat-Nya (perintah-perintah-Nya) kepada
manusia supaya mereka mengambil pelajaran. (Al-Baqarah 2:221)[11]
3. Dakwah juga dapat dimakanai dengan memanggil
atau panggilan sebagaimana surah Ar-Ruum ayat 25:
ٱلْأَرْضِ إِذَآ
أَنتُمْ تَخْرُجُونَ وَمِنْ ءَايَٰتِهِۦٓ أَن تَقُومَ ٱلسَّمَآءُ وَٱلْأَرْضُ
بِأَمْرِهِۦ ۚ ثُمَّ إِذَا دَعَاكُمْ دَعْوَةً مِّنَ
Dan
di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah berdirinya langit dan bumi dengan
perintah-Nya) dengan kehendak-Nya tanpa tiang penyangga. (Kemudian apabila Dia
memanggil kalian sekali panggil dari bumi) melalui tiupan sangkakala malaikat
Israfil untuk membangunkan orang-orang yang telah mati dari kuburnya (seketika
itu juga kalian keluar) dari kubur, kalian keluar dari dalam kubur melalui
sekali seruan itu, merupakan tanda-tanda kekuasaan Allah swt. (Tafsir
Al-Jalalain, Ar-Rum 30:25)[12]
4.
Dakwah dapat dimaknai
dengan meminta seperti dalam surat Shad ayat 51:
مُتَّكِئِينَ
فِيهَا يَدْعُونَ فِيهَا بِفَاكِهَةٍ كَثِيرَةٍ وَشَرَابٍ
Di dalamnya mereka bertelekan (di atas dipan-dipan) sambil
meminta buah-buahan yang banyak dan minuman di surga itu (QS.Shad ayat 51)[13]
5.
Dakwah dapat pula
dimaknai dengan Mengundang,seperti di
dalam surat al-Qasas ayat 25:[14]
{فَجَاءَتْهُ إِحْدَاهُمَا تَمْشِي عَلَى اسْتِحْيَاءٍ قَالَتْ إِنَّ أَبِي
يَدْعُوكَ لِيَجْزِيَكَ أَجْرَ مَا سَقَيْتَ لَنَا فَلَمَّا جَاءَهُ وَقَصَّ
عَلَيْهِ الْقَصَصَ قَالَ لَا تَخَفْ نَجَوْتَ مِنَ الْقَوْمِ الظَّالِمِينَ
Kemudian
datanglah kepada Musa salah seorang dari kedua wanita itu berjalan
kemalu-maluan, ia berkata: "Sesungguhnya bapakku memanggil kamu agar ia
memberikan balasan terhadap (kebaikan)mu memberi minum (ternak) kami".
Maka tatkala Musa mendatangi bapaknya (Syu'aib) dan menceritakan kepadanya
cerita (mengenai dirinya), Syu'aib berkata: "Janganlah kamu takut. Kamu
telah selamat dari orang-orang yang zalim itu". (QS.al-Qasas ayat 25)[15]
6.
Dakwah dimaknai dengan
nama atau gelar, sebagaimana dalam surah an-Nuur
ayat 63:
لَّا تَجْعَلُوا۟
دُعَآءَ ٱلرَّسُولِ بَيْنَكُمْ كَدُعَآءِ بَعْضِكُم بَعْضًا قَدْ يَعْلَمُ
ٱللَّهُ ٱلَّذِينَ يَتَسَلَّلُونَ مِنكُمْ لِوَاذًا فَلْيَحْذَرِ ٱلَّذِينَ
يُخَالِفُونَ عَنْ أَمْرِهِۦٓ أَن تُصِيبَهُمْ فِتْنَةٌ أَوْ يُصِيبَهُمْ عَذَابٌ
أَلِيمٌ
Janganlah kamu jadikan panggilan Rasul diantara kamu
seperti panggilan sebahagian kamu kepada sebahagian (yang lain). Sesungguhnya
Allah telah mengetahui orang-orang yang berangsur-angsur pergi di antara kamu
dengan berlindung (kepada kawannya), maka hendaklah orang-orang yang menyalahi
perintah Rasul takut akan ditimpa cobaan atau ditimpa azab yang pedih. (Qs.an-Nuur ayat 63)[16]
7.
Pemaknaan dakwah seperti doa di dalam
surat ali Imran ayat 28:
هُنَالِكَ دَعَا
زَكَرِيَّا رَبَّهُۥ ۖ قَالَ رَبِّ هَبْ لِى مِن لَّدُنكَ ذُرِّيَّةً طَيِّبَةً ۖ
إِنَّكَ سَمِيعُ ٱلدُّعَآءِ
Di sanalah Zakariya mendoa kepada Tuhannya seraya
berkata: "Ya Tuhanku, berilah aku dari sisi Engkau seorang anak yang baik.
Sesungguhnya Engkau Maha Pendengar doa". (QS.ali Imran ayat 28)[17]
·
Adapun pengertian
dakwah menurut terminologi beberapa tokoh,seperti:
1.
Syaikh Ali Mahfudz
menyebutkan makna dakwah menurut terminology adalah memotivasi manusia atau
mengajak manusia untuk melakukan hal yang baik dan meninggalkan yang buruk.[18]
2. Menurut Prof Toha Yahya Omar,MA menyebutkan
bahwa dakwah menurut terminology adalah mengajak manusia secara bijaksana,baik
dan lembut agar manusia tersebut selamat dan bahagia dunia akhirat.
3.
Dr.M Quraish Shihab
menjelaskan dakwah secara terminology adalah suatu ajakan atau seruan
keinsyafan kepada manusia ataunusaha mengubah situasi manusia agar lebih baik
dari sebelumnya.Dakwah juga harus berperan dalam menuju ajaran islam secara
lebih menyeluruh dalam kehidupan manusia
4.
Ibnu Taimiyah
berpendapat bahwa dakwah adalah suatu proses usaha dalam mengajak sesorang taat
kepada Allah dan percaya serta taat oleh apa apa yang diberitakan rasul serta
mengajak agar dalam menyembah Allah seakan akan melihat-Nya.
5.
Masdar Helmi
mengatakan bahwa dakwah adalah suatu kegiatan mengajak manusia untuk taat
kepada ajaran aj-aran islam dengan baik dan benar termasuk amar ma’ruf nahyi
munkar.
6.
Menurut Amin Rais,dakwah
adalah gerakan simultan dalam berbagai bidang kehidupan untuk mengubah status
quo agar nilai nilai islam memperoleh kesempatan untuk tumbuh subur demi
kebahagiaan seluruh umat manusia[19]
7.
Seorang dai yang
terkenal dengan suaranya yang lembu Aa Gym berpendapat dakwah dibedakan menjadi
2. Pertama dakwah yang berifat pembinaan dan yang kedua dakwah bersifat
pengembangan,maksud dari dakwah pembinaan adalah kegiatan mempertahankan dan
menyempurnakan suatu hal yang ada sebelumnya sedangkan dakwah pengembangan
adalah suatu kegiatan yang bersifat pembaruan suatu hal baik yang belum ada
sebelumnya.
8.
Menurut Asmuni Syukir
dakwah islam adalah suatu proses yang sadar dan terencana yang diselenggarakan
untuk mengajak manusia ke jalan Allah dan mengubah situasi kea rah yang lebih
baik dari sebelumnya dalam rangka mencapai tujuan tertentu yaitu bahagia dunia
akhirat.
9.
Menurut Syekh Muhammad
al-Ghazali dakwah adalah suatu program yang sempurna yang menhimpun semua pengetahuan
yang dibutuhkan manusia di semua bidang,agar ia ia dapat memahami tujuan
hidupnya.
10.Menurut M.Natsir tokoh asal sumatera barat
dakwah adalah suatu kegiatan mengajak amar ma’ruf nahyi munkar yang tak cukup
dilakukan dengan lisan saja tapi harus dengan perbuatan dan contoh kepribadian
yang baik secara nyata agar dapat dicontoh seseorang yang melihatnya[20]
C. Beberapa Istilah Yang Terkait Dengan Makna Dakwah
Pengertian dakwah dari segi bahasa dan beberapa definisi para ahli telah memunculkan beberapa istilah istilah dakwah yang sebagian telah popular di kalangan orang islam seperti: tabligh, khutbah, nasihah, tabsyir, tandzir, ta’lim, tausiyah. Istilah istilah tersebut memiliki makna masing masing yang tertulis di beberapa ayat Al-Quran:
Pengertian dakwah dari segi bahasa dan beberapa definisi para ahli telah memunculkan beberapa istilah istilah dakwah yang sebagian telah popular di kalangan orang islam seperti: tabligh, khutbah, nasihah, tabsyir, tandzir, ta’lim, tausiyah. Istilah istilah tersebut memiliki makna masing masing yang tertulis di beberapa ayat Al-Quran:
1)
Tabligh,mungkin kata ini sudah tidak asing
lagi dikalangan umat muslim. Pelaku tabligh biasannya disebut mubaligh. Dari
segi bahasa tabligh mempunyai arti menyampaikan sedangkan dari segi istilah:
tabligh adalah suatu kegiatan memberikan informasi yang benar, pengetahuan yang
factual, yang dapat membantu manusia membentuk pendapat di saat dilanda
kesulitan.[21]Al-Quran
pun menjelaskan tentang arti tabligh, antara lain:
يَا أَيُّهَا الرَّسُولُ
بَلِّغْ مَا أُنْزِلَ إِلَيْكَ مِنْ رَبِّكَ وَإِنْ لَمْ تَفْعَلْ فَمَا بَلَّغْتَ
رِسَالَتَهُ وَاللَّهُ يَعْصِمُكَ مِنَ النَّاسِ إِنَّ اللَّهَ لَا يَهْدِي
الْقَوْمَ الْكَافِرِينَ
Hai Rasul, sampaikanlah apa yang diturunkan kepadamu
dari Tuhanmu. Dan jika tidak kamu kerjakan (apa yang diperintahkan itu,
berarti) kamu tidak menyampaikan amanat-Nya. Allah memelihara kamu dari
(gangguan) manusia. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada
orang-orang yang kafir. (QS.AL-Maidah[5]67)[22]
وَّإِن تَوَلَّوْا۟
فَإِنَّمَا عَلَيْكَ ٱلْبَلَٰغُ ۗ
dan jika mereka berpaling, maka kewajiban kamu
hanyalah menyampaikan (ayat-ayat Allah). (QS.Ali Imron[3](20).[23]
Meskipun tugas mubaligh hanya
menyampaikan ajaran islam, namun mubaligh dituntut untuk menyampaikan tabligh
dengan baik dan jelas agar mitra dakwah paham dan tidak merasa bosan
mendengarkan tabligh tersebut, perintah memberikan penjelasan dalam menyampaikan
tabligh terdapat dalam surat Yaasiin ayat 17: “Dan kewajiban kami tidak lain
hanyalah menyampaikan perintah Allah dengan jelas”[24]
Tabligh
juga mempunyai beberapa keutamaan,seperti yang dijelaskan di dalam Al-Quran
surat Adz-Dzariyat ayat 55 yang makna artinya adalah “teruslah memberikan
peringatan (nasihat) sesungguhnya peringatan itu sangat bermanfaat bagi
manusia”[25].
Orang
yang melakukan kegiatan tabligh baik pemberi materi maupun pendengar akan
mendapatkan pahala yang berlimpah dari Allah, janji Allah itu pun terdapat pada
surat An-Nisa ayat 114: “tidak ada kebaikan kecuali bisikan bisikan (nasihat)
dari orang yang menyuruh berbuat ma’ruf (baik).
Dengan
demikian target utama tabligh adalah pemahaman dan pemikiran bukan perilaku
maupun sikap mitra dakwah.[26]
1) Kata Khutbah berasal dari bahasa arab
‘khutbhah’ yang artinya pidato[27].
Orang yang menyampaikan khotbah disebut ‘khatib’. , Biasanya khotbah
disampaikan pada upacara upacara agama seperti khotbah jumat, khotbah nikah,
khotbah hari raya dan sebagainya yang mempunyai syarat dan rukun tertentu. Awal
mula khutbah ini pada saat Rasulullah menyebarkan agama islam di jazirah Arab. Yang
paling populer saat itu adalah khutbatul-wada saat itu Rasulullah menyampaikan
khutbah dihadapan ribuan kaum muslimin yang sedang melaksanakan ibadah haji,
saat itu Rasulullahg menyampaikan khutbah mengenai ajaran agama dan kehidupan
di dunia dan akhirat.[28]
2) Nasihah memiliki makna yang hamper sama
dengan dakwah. Nasihah terdiri dari 3 huruf: nun, shad, ha’, ketiga huruf itu
mempunyai arti memberi nasihat, penjahit dan membersihkan[29].Syekh Ahmad bin syekh
Hijazi berpendapat atas arti tiga kata tersebut Syekh Akhmad menjelaskan ‘orang
yang memberi nasihat sama seperti dengan penjahit baju ia menjaga kualitas dan
memperbaiki barang yang ia terimanya, pemberi nasihat juga memperbaiki
keagamaan seseorang seperti membersihkan madu dari lumuran lilin’. Nasihah
biasannya tidak hanya disampaikan lewat lisan namun juga dengan tulisan
pelakunya disebut ‘Nashih’[30]. Istilah ini terdapat
dalam Al-Quran:
أُبَلِّغُكُمْ
رِسَٰلَٰتِ رَبِّى وَأَنَا۠ لَكُمْ نَاصِحٌ أَمِينٌ
Aku menyampaikan amanat-amanat Tuhanku kepadamu dan aku
hanyalah pemberi nasehat yang terpercaya bagimu (Al-A’raf[7]; 68)
3) Tabsyir,
yaitu memberikan uraian agama kepada orang lain dan uraian itu berisi hal yang
menggembirakan seperti janji jani Allah dengan pahala sorga bagi mereka yang
mau beriman dan bertakwa.[31]
Orang yang memberikan Tabsyir disebut Basyir. Tabsyir juga memiliki makna yang
sama dengan Targhib yaitu memberikan ajaran agama yang menyenangkan dan
memberikan semangat si penerima agar dapat mengamalkannya. Di Al-Quran terdapat
beberapa surat yang menyebut Tabsyir,seperti di surat Al-Isra ayat 105:
وَبِالْحَقِّ أَنزلْنَاهُ
وَبِالْحَقِّ نزلَ وَمَا أَرْسَلْنَاكَ إِلا مُبَشِّرًا وَنَذِيرًا
Dan Kami turunkan (Al-Qur’an) itu dengan
sebenar-benarnya dan Al-Qur’an itu telah turun dengan (membawa) kebenaran. Dan
Kami tidak mengutus kamu, melainkan sebagai pembawa berita gembira dan pemberi
peringatan (QS.Al-Isra'[7], 105)
Tabsyir juga ditegaskan
oleh Rasulullah di hadistnya: “Berilah kabar gembira dan jangan
menggelisahkannya. Berbuatlah sesuatu yang memudahkan dan jangan membuat
sesuatu yang menyulitkan.” (HR.Muslim&Abu Daud).
Dalam pemaparan diatas
inti dari tabsyir adalah jadilah orang yang selalu memberi kabar gembira dan
mudahkanlah urusan sesame jangan sampai menyulitkan orang sekitar
4) Tandzir, lawan dari tabsyir disebut dengan
tandzir. Arti dari ‘tandzir’ adalah memberikan ancaman atau peringatan bagi
orang orang yang melanggar syariat Allah dengan harapan orang itu bisa berhenti
dari maksiat tersebut. Dalam pemaparan pesannya, Al-Quran telah memberikan
penjelasan yang beriringan antara tabsyir dan tandzir. Pada ayat ini Allah
menjelaskan kenkmatan surga lalu diikuti dengan pedihnya siksa neraka. Ayat
tersebut terdapat pada surat Al-Ghasiyah ayat 1-16, ayat tersebut menjelaskan
tentang wajah orang kafir saat di siksa dineraka lalu diikuti dengan wajah
wajah orang mukmin yang berseri seri saat di surga[32]. Al-Quran pun menegaskan
bahwa tugas RAsulullah selain menjadi basir (pemberi kabar gembira), rasulullah
pun bertugas sebagai nadzir(pemberi peringatan) seperti firman Allah di surat
Al-Baqarah ayat 119:
إِنَّآ أَرْسَلْنَٰكَ
بِٱلْحَقِّ بَشِيرًا وَنَذِيرًا ۖ وَلَا تُسْـَٔلُ عَنْ أَصْحَٰبِ ٱلْجَحِيمِ
Sesungguhnya Kami telah mengutusmu (Muhammad) dengan
kebenaran; sebagai pembawa berita gembira dan pemberi peringatan, dan kamu
tidak akan diminta (pertanggungan jawab) tentang penghuni-penghuni neraka.
(Al-Baqarah 2:119)
5) Ta’Lim, adalah istilah yang umum diartikan dengan
pendidikan dan pengajaran.[33] Dalam kamus ta’lim juga
diartikan dengan pengajaran suatu ilmu[34]. Di sisi lain ada yang
mengartikan ta;lim adalah proses pendidikan hanya sebatas memberikan pemahaman,
berbeda dengan tarbiyah yang cenderung memberikan pemahaman lalu mendorong
orang tersebut untuk melaksankannya. Contoh: jika ada orang yang mendapatkan
tentang pemahaman puasa senin-kamis maka dia sudah mendapatkan ta’lim tapi jika
dia mengamalkan atau melakukan puasa senin-kamis maka ia mendapatkan tarbiyah.
Ta’lim adalah salah satu
tugas yang diemban oleh Nabi dan para ulama pewarisnya. Tugas tugas tersebut
seperti membacakan ayat ayat Allah dan memberikan pengetahuan tentang amar
ma’ruf nahyi munkar kepada manusia agar bahagia dunia akhirat
6) Tausiyah memiliki makna yang sama dengan
dakwah, apa yang disampaiakan saat tausiyah disebut dengan washiyah atau
wasiat. Banyak yang memahami wasiat secara sempit banyak yang beranggapan
wasiat adalah pemberian harta seseorang sebelum ia meninggal, dan si penerima
wajib melaksanakan wasiat tersebut selagi itu tidak bertentangan dengan agama.[35]
Dalam konteks dakwah wasiat dimaknai dengan pemberian pesan secara moral
yang harus dijalankan si penerima wasiat, Pesan moral wasiat sangat penting
disbanding dengan pesan yang lain karena bukan hanya berisi sebagai perintah
namun juga sebagai tuntunan yang harus dilaksanakan. Jika si penerima wasiat
tidak melaksakannya ia akan dijatuhi sanksi moral yang berat.
Di dalam Al-Quran ada surat yang membahas tentang wasiat wasiat
keagamaan para nabi ke anak cucu serta umatnya dan wasiat Allah SWT kepada para
nabi-Nya,seperti di surat al-Baqarah
ayat[2] 131-132:
إِذْ قَالَ لَهُۥ
رَبُّهُۥٓ أَسْلِمْ ۖ قَالَ أَسْلَمْتُ لِرَبِّ ٱلْعَٰلَمِينَ
Ketika Tuhannya berfirman kepadanya:
"Tunduk patuhlah!" Ibrahim menjawab: "Aku tunduk patuh kepada
Tuhan semesta alam". (Al-Baqarah 2:131)
وَوَصَّىٰ
بِهَآ إِبْرَٰهِۦمُ بَنِيهِ وَيَعْقُوبُ يَٰبَنِىَّ إِنَّ ٱللَّهَ ٱصْطَفَىٰ
لَكُمُ ٱلدِّينَ فَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنتُم مُّسْلِمُونَ
Dan Ibrahim telah mewasiatkan ucapan itu
kepada anak-anaknya, demikian pula Ya'qub. (Ibrahim berkata): "Hai
anak-anakku! Sesungguhnya Allah telah memilih agama ini bagimu, maka janganlah
kamu mati kecuali dalam memeluk agama Islam". (Al-Baqarah 2:132)
8) Amar ma’ruf nahi munkar, kata amar
ma’ruf tidak dapat dipisahkan dengan nahi munkar. Amar ma’ruf berasal dari kata
arafa yang berarti mengetahu atau mengenal. Jadi ma’ruf adalah sesuatu yang
dikenal, dimengerti dan pantas. Sedangkan munkar memiliki arti sesuatu yang
dibenci, ditolak dan tidak pantas.
Amar ma’ruf nahi munkar merupakan kewajiban
seorang muslim pelaksanaannya diutamakan di orang orang terdekat sesuai dengan
kemampuannya orang yang tidak melakukan perbuatan tersebut padahal ia mampu ia
dipandang sebagai orang yang berdosabahkan diancam dengan laknat dan di siksa
dunia akhirat. Sedangkan tugas orang non mukmin sebaliknya yaitu amar munkar
nahi ma’ruf, [36]Allah
pun menjelaskan dalam firman-Nya di dalam surat At-Taubah [9] ayat 67 dan 71:
ٱلْمُنَٰفِقُونَ
وَٱلْمُنَٰفِقَٰتُ بَعْضُهُم مِّنۢ بَعْضٍ ۚ يَأْمُرُونَ بِٱلْمُنكَرِ وَيَنْهَوْنَ
عَنِ ٱلْمَعْرُوفِ وَيَقْبِضُونَ أَيْدِيَهُمْ ۚ نَسُوا۟ ٱللَّهَ فَنَسِيَهُمْ ۗ
إِنَّ ٱلْمُنَٰفِقِينَ هُمُ ٱلْفَٰسِقُونَ
Orang-orang munafik laki-laki dan perempuan.
sebagian dengan sebagian yang lain adalah sama, mereka menyuruh membuat yang
munkar dan melarang berbuat yang ma'ruf dan mereka menggenggamkan tangannya.
Mereka telah lupa kepada Allah, maka Allah melupakan mereka. Sesungguhnya
orang-orang munafik itu adalah orang-orang yang fasik. (At-Taubah [9]:67)
وَٱلْمُؤْمِنُونَ
وَٱلْمُؤْمِنَٰتُ بَعْضُهُمْ أَوْلِيَآءُ بَعْضٍ ۚ يَأْمُرُونَ بِٱلْمَعْرُوفِ
وَيَنْهَوْنَ عَنِ ٱلْمُنكَرِ وَيُقِيمُونَ ٱلصَّلَوٰةَ وَيُؤْتُونَ ٱلزَّكَوٰةَ
وَيُطِيعُونَ ٱللَّهَ وَرَسُولَهُۥٓ ۚ أُو۟لَٰٓئِكَ سَيَرْحَمُهُمُ ٱللَّهُ ۗ
إِنَّ ٱللَّهَ عَزِيزٌ حَكِيمٌ
Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan,
sebahagian mereka (adalah) menjadi penolong bagi sebahagian yang lain. Mereka
menyuruh (mengerjakan) yang ma'ruf, mencegah dari yang munkar, mendirikan
shalat, menunaikan zakat dan mereka taat pada Allah dan Rasul-Nya. Mereka itu
akan diberi rahmat oleh Allah; sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha
Bijaksana. (At-Taubah [9]:71)
Sebagai seorang muslim yang beriman kita
berkewajiban untuk menyampaikan kebenaran dan mencegah hal yang buruk sesuai
dengan kemampuan kita. Jangan kita biarkan orang yang melakukan kemunkaran,
karena surga terlalu luas jika untuk sendirian.
BAB II
KESIMPULAN
Kesimpulan yang dapat diambil dari
makalah ini adalah begitu luasnya pengertian tentang dakwah berdasarkan apa
yang disampaikan oleh firman firman Allah di dalam Al-quran dan definisi
menurut tokoh ahli agama.
Di makalah ini juga menjelaskan
pentingnya berdakwah bagi seorang muslim karena dakwah dapat merubah situasi
seorang muslim yang kurang baik menjadi lebih baik dari sebelumnya.
DAFTAR
PUSAKA
Alimansyah, Iman dkk. Kamus Arab-Indonesia. Yogyakarta: Kawah Media. 2013
Anwar, Shabri Sholeh dkk. Filosofi Dakwah Kontemporer. Riau : PTindragiri Dot Com. 2018.
Asmaya, Enung. Aa Gym Dai Sejuk Di Kalangan Umat Majemuk. Jakarta: Hikmah. 2003
Aziz, Moh Ali. Ilmu Dakwah. Jakarta: Kencana. 2015.
Bisri, Hasan. Ilmu Dakwah Pengembangan Masyarakat. Surabaya: UINSA Press. 2014
Ishak, Saidulkarnain. Dakwah Sambil Ngenet. Jakarta: PT.Elex Media Komputindo. 2015
Luth. Thohir. M. Natsir Dan Pemikirannya. Jakarta: Gema Insani. 2005
Muchsin, Efendi Lalu. Psikologi Dakwah. Jakarta: Prenadamedia Group. 2006
Pirol, Abdur. Komunikasi Dan Dakwah Islam. Sleman: CV.Budi Utama. 2018.
Rais, Amien. Cakrawala Islam. Bandung: Mizan. 1987
Ramli, Muh. Dakwah Itu Cinta. Jakarta: PT.Elex Media Komputindo. 2019
Rastha, Mahestha. Tak Kenal Maka Tak Dakwah. Jakarta: PT.Elex Media Komputindo. 2019
Sasono, Adi dkk. Solusi Islam. Jakarta: Gema Insani Press. 1998
Syamsudin. Pengantar
Sosiologi Dakwah. Jakarta: Kencana. 2016
Trisnawati, Evi, Hubungan Popularitas Da’I Dalam Mengikuti Kegiatan Tabligh.
Semarang: IAIN Walisongo. 2012
[1] Faizah dan Lalu Muchsin Effendi,
Psikologi Dakwah,(Jakarta: Prenada
Media Group,2006), h.4
[2] Faizah dan Lalu Muchsin Effendi,
Psikologi Dakwah,(Jakarta: Prenada
Media Group,2006), h.7
[3] Adi Santoso dkk, Solusi Islam Atas Problematika Umat,(Jakarta:
Gema Insani Press,1998), h.175
[4] Abdul PIlor, Komunikasi dan Dakwah Islam,(Sleman: CV
BUDI UTAMA,2018), h.5
[5] Syamsudin, Sosiologi Dakwah,(Jakarta: Kencana,2016), h.7
[6] Muh.Ramli, Dakwah Itu Cinta,(Jakarta: PT.Gramedia,2019), h.65
[7] Mahesta Rastha Andaara, Tak Kenal Maka Tak Dakwah,(Jakarta: PT.Elex
Media,2019), h.65
[8] Masduki dan Shabri Shaleh Anwar,
Filosofi Dakwah Kontemporer, (Riau: PT.Indragiri
Dot Com,2018), h.1-2
[9] Moh.Ali Aziz, Ilmu Dakwah, Cet.6, (Jakarta: Kencana,2015),
h.5
[10] Al-Quran surat Al-Baqarah ayat
186
[11] Al-Quran surat Al-Baqarah ayat
221
[12] Moh.Ali Aziz, Ilmu Dakwah, Cet.6, (Jakarta: Kencana, 2015),
h.6
[13] Al-Quran surat Shad ayat 51
[14] Moh.Ali Aziz, Ilmu Dakwah, Cet.6, (Jakarta: Kencana, 2015),
h.7
[15] Al-Quran surat al-Qasas ayat 25
[16] Al-Quran surat an-Nuur ayat 28
[17] Al-Quran Surat ali Imran ayat 28
[18] Saidulkarnain Ishak, Dakwah Sambil Ngenet, (Jakarta: PT Elex
Media:2015), h.4
[19] Amin Rais, cakarwala islam (Bandung: Mizan,1991), hal.26
[20] Thohir Luth, M Natsir Dengan Pemikirannya, Cet kedua,(Depok:
Gema Insani, 2005), h.80
[21] Evi Trisnawati, “Hubungan
Popularitas Da’I Dengan minat Mad’u Dalam Mengikuti Kegiatan Tabligh”, Pengertian Tabligh, (Juni, 2012), h.26
[22] Al-Quran surat Al-maidah ayat 67
[23] Al-Quran surat Ali Imron ayat 20
[24] Al-Quran surat Yaasiin ayat 17
[25] Arti surat Adz-Dzariyat ayat 55
[26] Moh.Ali Aziz, Ilmu Dakwah, Cet.6, (Jakarta:Kencana,2015),h.19
[27] Toni Praninska dkk, Kamus Arab-Indonesia, (Yogyakarta:2013),
h.84
[28] Lutfhi Muhyiddin, “Gaya Bahasa
Khutbah”, Pengertian Khutbah,
(Februari:2013)
[29] Moh.Ali Aziz, Ilmu Dakwah, Cet.6, (Jakarta:Kencana,2015),h.19
[30] Hasan Bisri, Ilmu Dakwah Dalam Pengembangan Masyarakat,
(Surabaya:Uinsa Press, 2014), h.45
[31] Hasan Bisri, Ilmu Dakwah Dalam Pengembangan Masyarakat,
(Surabaya:Uinsa Press, 2014), h.45
[32] Hasan Bisri, Ilmu Dakwah Dalam Pengembangan Masyarakat,
(Surabaya:Uinsa Press, 2014), h.46
[33]
Ahmad Syah, “Al-Fikra”, Jurnal
Ilmaiah Keislaman, Vol 7, No. 1
(Januari:2013)
[34] Moh.Ali Aziz, Ilmu Dakwah, Cet.6, (Jakarta:Kencana, 2015),
h.29
[35] Moh.Ali Aziz, Ilmu Dakwah, Cet.6, (Jakarta:Kencana, 2015),
h.26
[36] Moh.Ali Aziz, Ilmu Dakwah, Cet.6, (Jakarta:Kencana, 2015),
h.32
PPT MAKALAH

Sangat mengispirasi namun kurang rapi diperbaiki dikit yaa terima kasih 🙏🏻
BalasHapusSangat bagus, tapi daftar isinya kurang rapi dan lainnya sudah bagus
BalasHapusMateri cukup bagus. Untuk daftar isi kurang rapi sekian assalamualaikum✌️
BalasHapusMateri bagus, mudah dipahami tapi kurang rapi sekian terima kasih.
BalasHapusSangat bermanfaat dan semoga bisa mengambil ilmu dari materi tsb. Ppt udh bagus,tp kerapian makalahnya perlu dikoreksi ulang
BalasHapussudah sangat joss, tetapi daftar isinya masih kurang rapi tolong diperhatikan lagi.
BalasHapussemangat berkarya anak anak muda, jangan takut salah, Allah suka hambaNya yg bekerja keras
BalasHapusmateri sudah bagus,tapi sedikit dirapikan lagi
BalasHapusMakalahnya sangat membantu dan bermanfaat dalam pengerjaan tugas
BalasHapusTerima kasih makalahnya sangat membantu dan sangat bermanfaat
BalasHapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusMaterinya bagus, hanya daftar isinya saja yang harus diperbaiki lagi. Lanjutkan semangat dakwah mu anak muda
BalasHapusMaterinya bagus, Lanjutkan semangat dakwah mu anak muda. skkrrttt skrrt
BalasHapusini fotonya ngga ada, segera diperbaiki
BalasHapusBagus, semoga kedepannya selalu membawa inspirasi bagi teman lainnya dan lebih baik lagi, aamiin
BalasHapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusMaterinya sudah bagus, cumak kurang menunjukkan keindahan saja dalam publikasinya
BalasHapusMaterinya sudah bagus, cumak kurang menunjukkan keindahan saja dalam publikasinya
BalasHapusMakalah ini sangat membantu siapa saja yang belum mengerti tentang pentingnya berdakwah.
BalasHapusMaterinya bagus, bermanfaat bagi kami yang belum mengerti tentang pengertian dakwah dan beberapa istilah yang terkait dengan makna dakwah
BalasHapusMakalah nya sudah bagus, lumayan lengkap dan mudah untuk dipahami pembaca dan sangat bermanfaat bagi pembaca
BalasHapusAlhamdulillah materi sangat mudah dipahami dan dicerna,sehingga membantu saya dalam mengerjakan makalah,semoga bermanfaat
BalasHapusBagus,materi yang di sediakan cukup lengkap,mungkin sedikit lebih diperjelas pada bagian bagian inti materinya
BalasHapusMaterinya sudah bagus, bisa menambah wawasan,dan sangat bermanfaat tetapi untuk bagian daftar isinya kurang rapi.
BalasHapusMaterinya sudah sangat bagus dan rinci, semoga bermanfaat untuk kita semua
BalasHapusmaterinya yang dicantumkan sudah bagus hanya kurang dalam tanda bacanya
BalasHapusMakalah ini sangat membantu para pelajar untuk mengenal apa arti dakwah
BalasHapusMateri yang ditulis oleh penulis dalam blig ini sangat membantun untuk saya dalam memahami ilmy dakwah, dan menambah wawasan.
BalasHapusGreat post! Makalah ini dapat membantu pembaca untuk lebih mengenal makna dakwah. Terimakasih
BalasHapusAlhamdulillah materinya bagus dan saya mudah untuk memahaminya,bisa menambah pengetahuan pembaca.
BalasHapusMakalahnya bagus dan juga membantu saya untuk menyelesaikan tugas2 kuliah ,terus membuat makalah agar bisa membantu kita untuk belajar ilmu agama.
BalasHapusjangan sampai belajar ilmu hitam
Hapusalhamdulillh makalah ini memberi pemahaman bagi saya pentingnya berdakwah bagi seorang muslim karena dakwah dapat merubah situasi seorang muslim yang kurang baik menjadi lebih baik dari sebelumnya.
BalasHapusMakalahnya mantap, semoga istiqomah dalam berkarya dan bermanfaat bagi yang lain
BalasHapusDengan membaca makalah ini memberikan kita tambahan pengetahuan mengenai pengertian dakwah itu
BalasHapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusMaterinya sudah bagus, tp penataan tulisannya kurang rapi. Diperbaiki lagi, MALASNYA JANGAN DIKEMBANGIN!!
BalasHapusAlhamdulillah dengan artikel ini bertambah ilmu dan wawasan saya mengenai Al-Qur'an
BalasHapusDengan membaca makalah ini memberikan kita tambahan pengetahuan mengenai pengertian dakwah itu
BalasHapusBagus banget kak...tolong ajarin donk..
BalasHapusMantap². Tersusun dengan rapi, isinnya nampak bagus walau belum terbaca 😁😁.
BalasHapusAlhamdulillah banyak menemukan ilmu baru. Good! Dari segi tulisan tersusun rapi. Semangat.
BalasHapusAlhamdulillah wes apik di tingkat no maneh mas!semagat horr pokok e wkwkwk
BalasHapusAlhamdulillah makalahnya sangat membantu semoga bermanfaat bagi pembaca dan materinya sangat mudah d fahami
BalasHapusSubhanallah... Semoga makalah ini bisa bermanfaat bagi semuanya... Semangat kawan..
BalasHapus