Pengertian Dakwah


Pengertian Dakwah.


Oleh:
Azrul Afrillana Awaludin (B94219071)

Kelas D3
Dosen Pengampu:
Prof. Dr. Moh. Ali Aziz, M.Ag
Asisten Dosen I:
Ati’ Nur Syafa’ah, M.Kom.I
Asisten Dosen II:
Baiti Rahmawati, S.Sos
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI
SUNAN AMPEL SURABAYA
2019


KATA PENGANTAR
            Puji syukur kepada Allah SWT, yang telah memberi nimat, kesempatan dalam mengerjakan tugas makalah ini. Sholawat serta salam tidak lupa kami panjatkan kepada Nabi Muhammad SAW. Terima kasih kepada Prof. Dr. Moh. Ali Aziz, M.Ag dan ibu Ati’ Nur Syafa’ah, M.Kom.I serta ibu Baiti Rahmawati, S.Sos yang telah memberikan kepercayaan kepada saya untuk mengerjakan tugas ini.
       Kegiatan penyususnan makalah Pengertian Dakwah adalah merupakan salah satu kegiatan yang bertujuan untuk memberikan pengertian apa itu dakwah dan peninjauan dakwah dari segi semantic dan terminologis.
       Penyusunan ini dilakukan oleh beberapa mahasiswa baru prodi manajamen dakwah dari UIN Sunan Ampel Surabaya serta bimbingan dosen dan asisten dosen mata kuliah Ilmu Dakwah UIN Sunan Ampel Surabaya.
       Makalah Pengertian Dakwah ini diharapkan dapat memenuhi sebagian dari kebutuhan mahasiswa UIN dan mahasiswa Perguruan Agama Tinggi Agama Islam Swasta seta pihak lainnya yang berminat mengenali lebih banyak tentang ruang lingkup Pengertian Dakwah.
       Kepada semua pihak kami mengharapkan saran/koreksi yang membangun demi kesempurnaan makalah ini.
       Wabillahit taufiq wal hidayah.
Surabaya, 21 Agustus 2019

Kelompok 1 




DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
BAB I PEMBAHASAN
A. Pengertian Dakwah
B. Pengertian Dakwah Menurut Tinjauan Semantik
     Dan Terminologi
C.  Beberapa Istilah Yang Terkait Dengan Makna Dakwah
BAB II KESIMPULAN
DAFTAR PUSAKA

BAB I
PEMBAHASAN
A.  Pengertian Dakwah
 Dalam agama Islam kata dakwah sudah tidak asing lagi,karena Islam merupakan agama dakwah yang memberi petunjuk kepada manusia agar memiliki sifat individual yang baik, beradab dan berkualitas.
Dakwah secara bahasa mempunyai makna menyeru/mengajak dalam kebaikan[1]. Dakwah juga diartikan oleh para ulama adalah suatu kegiatan untuk menyampaikan dan mengajarkan serta mempratikkan ajaran islam di dalam kehidupan sehari hari,seperti dikemukakan oleh abu Muhammad Al-Futuh dalam kitabnya yang berjudul al-madkal ila’ilm ad Da’wat , menurut beliau dakwah adalah menyampaikan dan mengajarkan agama islam kepada seluruh manusia dan mempraktikannya dalam realitas kehidupan[2].
Apabila kita memperhatikan Al-Quran dan As-Sunnah,kita akan mengetahui bahwa dakwah menduduki tempat yang utama dalam menenttukan perubahan[3]. Keindahan dan kesesuaian agama Islam sangat ditentukan dengan dakwah yang disampaikan oleh umat Islam
            Banyak sekali definisi atau pengertian dakwah menurut beberapa ahli,diantaranya:
1.    Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah, mendefinisikan dakwah  dengan mengajak seseorang untuk beriman kepada Allah dan kepada apa yang dibawa oleh rasulnya.

2.    Muhammad Al-Wakil mendifinisikan,dakwah adalah mengumpulkan manusia dalam kebaikan dan menunjukkan jalan yang benar dengan cara al-amru bi al-ma’ruf dan wa nahyu an al-munkar.[4]

3.    Aboebakar Atjeh,dakwah adalah perintah mengadakan seruan kepada sesama manusia magar kembali dan hidup sepanjang ajaran Allah yang baik dan benar dengan penuh kebijaksanaaan.
      Dakwah secara terminologi secara langsung diungkapkan dalam Al-Quran,kata dakwah dalam Al-Quran diungkapkan sekitar 198 kali yang tersebar dalam ayat, 55 surat.Kata dakwah oleh Al-Quran digunakan secara umum.Artinya, Allah masih menggunakan istilah da’wah il Allah (dakwah islam) dan da’wah ila nar (dakwah setan). Oleh karena itu dalam tulisan ini yang dimaksud dengan da’wah il Allah adalah tabligh,amar ma’ruf nahi munkar, mau’idzoh hasanah, tabsyir, washiyah, tarbiyah dan ta’lim.[5]
 Banyak juga yang menganggap dakwah itu cinta[6], karena dakwah hanya bisa dilanjutkan oleh orang-orang yang memiliki kecintaan kepada Allah dan Rasul-Nya karena rasa cinta itulah kita menganggap dakwah itu segalanya (prioritas). Jika seseorang sudah mencintai dakwah ia akan rela memberikan segalanya karena dakwah membutuhkan segalanya dari kita dari waktu,harta, diri kita bahkan nyawa kita.
 Jika orang sudah benar benar mencintai dakwah jika dakwah meminta waktunya dia akan memberikan waktunya,jika dakwah meminta hartanya ia akan memberinya dengan iklhas, jika dakwah meminta dirinya ia akan siap kapanpun.Bahkan nyawapun akan rela dipersembahkan untuk dakwah.
Seperti yang dijelaskan di beberapa bagian tadi arti dakwah adalah menyeru/mengajak dalam kebaikan.Banyak orang takut berdakwah karena dirinya belum merasa lebih baik dari orang lain,padahal dakwah juga memiliki arti saling mengingatkan dalam kebaikan.Intinya jangan pernah takut menyampaikan dalam hal kebaikan meskipun dirimu belum baik[7].
Sebagaimana firman Allah dalam surat Ali Imran:110:
كُنْتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَتُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَلَوْ آمَنَ أَهْلُ الْكِتَابِ لَكَانَ خَيْرًا لَهُمْ مِنْهُمُ الْمُؤْمِنُونَ وَأَكْثَرُهُمُ الْفَاسِقُونَBottom of Form

Artinya: Kamu (umat Islam) adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia, (karena kamu) menyuruh (berbuat) yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya Ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka. Di antara mereka ada yang beriman, namun kebanyakan mereka adalah orang-orang fasik.
              Berdasarkan definisi definisi dakwah ,sesungguhnya hakikat dakwah terletak pada usaha pencegahan dari penyakit penyakit masyarakat yang bersifat psikis dengan cara mengajak atau memotivasi orang dalam kebaikan dan bertakwa kepada Allah SWT.

B.  Pengertian Dakwah Menurut Tinjauan Semantik dan Terminologi
            Kata dakwah berasal dari bahasa arab dalam bentuk lafinitif dari kata kerja:da’a, yad’uua, da’watan, kata dakwah memiliki berbagai macam makna atau arti,yaitu:pertama,memanggil seperti ungkapan dalam bahasa arab “da’a fulan min fula’nan”, kedua,memohon tentang sesuatu seperti dalam ungkapan “da’a fulan min fulanan”, ketiga,menyeru kepada suatu jalan yang diikuti atau untuk dihindari[8],Seperti firman Allah  dalam surat Yusuf:33:
قَالَ رَبِّ ٱلسِّجْنُ أَحَبُّ إِلَىَّ مِمَّا يَدْعُونَنِىٓ إِلَيْهِ وَإِلَّا تَصْرِفْ عَنِّى كَيْدَهُنَّ أَصْبُ إِلَيْهِنَّ وَأَكُن مِّنَ ٱلْجَٰهِلِينَ
Yusuf berkata: “Wahai Tuhanku, penjara lebih aku sukai daripada memenuhi ajakan mereka kepadaku. Dan jika tidak Engkau hindarkan daripadaku tipu daya mereka, tentu aku akan cenderung untuk (memenuhi keinginan mereka) dan tentulah aku termasuk orang-orang yang bodoh.”
            Ayat tersebut menjelaskan Yusuf lebih memilih penjara daripada memenuhi keinginan keinginan wanita wanita tersebut untuk berbuat zina Yusuf pun meminta pertolongan Allah agar dijauhkan dari ajakan keburukan oleh wanita wanita tersebut.
            Dalam Al-Quran kata  kata dakwah  dan berbagai bentuk katanya disebut sebanyak 198 kali menurut hitungan Muhammad Sulthon,299 kali menurut Muhammad fu’ad al-Baqi,atau 212 kali menurut Asep Muhidin,ini berarti Al-Quran mengembangkan makna dari kata dakwah untuk berbagai penggunaan.[9]

1.    Dakwah dapat pula dimaknai ‘Berharap sesuatu kebaikan’ kepada Allah,seperti Firman-nya di Al-Baqarah ayat 186:
وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ فَلْيَسْتَجِيبُوا لِي وَلْيُؤْمِنُوا بِي لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُونَ
Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang mendoa apabila ia berdoa kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah)-Aku dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.” (QS. Al-Baqarah: 186)[10]
2.  Dalam pengertian lain dakwah juga dapat dimaknai ‘Mendorong seseorang untuk meyakini suatu keyakinan’ seperti yang terdapat dalam arti surat Al-Baqarah ayat 221,:
وَلَوْ أَعْجَبَتْكُمْ ۗ وَلَا تُنكِحُوا۟ ٱلْمُشْرِكِينَ حَتَّىٰ يُؤْمِنُوا۟ ۚ وَلَعَبْدٌ مُّؤْمِنٌ خَيْرٌ مِّن مُّشْرِكٍ وَلَوْ أَعْجَبَكُمْ ۗ أُو۟لَٰٓئِكَ يَدْعُونَ إِلَى ٱلنَّارِ ۖ وَٱللَّهُ يَدْعُوٓا۟ إِلَى ٱلْجَنَّةِ وَٱلْمَغْفِرَةِ وَلَا تَنكِحُوا۟ ٱلْمُشْرِكَٰتِ حَتَّىٰ يُؤْمِنَّ ۚ وَلَأَمَةٌ مُّؤْمِنَةٌ خَيْرٌ مِّن مُّشْرِكَةٍ بِإِذْنِهِۦ ۖ وَيُبَيِّنُ ءَايَٰتِهِۦ لِلنَّاسِ لَعَلَّهُمْ يَتَذَكَّرُونَ
Dan janganlah kamu menikahi wanita-wanita musyrik, sebelum mereka beriman. Sesungguhnya wanita budak yang mukmin lebih baik dari wanita musyrik, walaupun dia menarik hatimu. Dan janganlah kamu menikahkan orang-orang musyrik (dengan wanita-wanita mukmin) sebelum mereka beriman. Sesungguhnya budak yang mukmin lebih baik dari orang musyrik, walaupun dia menarik hatimu. Mereka mengajak ke neraka, sedang Allah mengajak ke surga dan ampunan dengan izin-Nya. Dan Allah menerangkan ayat-ayat-Nya (perintah-perintah-Nya) kepada manusia supaya mereka mengambil pelajaran. (Al-Baqarah 2:221)[11]
3.  Dakwah juga dapat dimakanai dengan memanggil atau panggilan sebagaimana surah Ar-Ruum ayat 25:
ٱلْأَرْضِ إِذَآ أَنتُمْ تَخْرُجُونَ وَمِنْ ءَايَٰتِهِۦٓ أَن تَقُومَ ٱلسَّمَآءُ وَٱلْأَرْضُ بِأَمْرِهِۦ ۚ ثُمَّ إِذَا دَعَاكُمْ دَعْوَةً مِّنَ
Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah berdirinya langit dan bumi dengan perintah-Nya) dengan kehendak-Nya tanpa tiang penyangga. (Kemudian apabila Dia memanggil kalian sekali panggil dari bumi) melalui tiupan sangkakala malaikat Israfil untuk membangunkan orang-orang yang telah mati dari kuburnya (seketika itu juga kalian keluar) dari kubur, kalian keluar dari dalam kubur melalui sekali seruan itu, merupakan tanda-tanda kekuasaan Allah swt. (Tafsir Al-Jalalain, Ar-Rum 30:25)[12]

4.    Dakwah dapat dimaknai dengan meminta seperti dalam surat Shad ayat 51:

مُتَّكِئِينَ فِيهَا يَدْعُونَ فِيهَا بِفَاكِهَةٍ كَثِيرَةٍ وَشَرَابٍ

Di dalamnya mereka bertelekan (di atas dipan-dipan) sambil meminta buah-buahan yang banyak dan minuman di surga itu (QS.Shad ayat 51)[13]

5.    Dakwah dapat pula dimaknai dengan Mengundang,seperti di dalam surat al-Qasas ayat 25:[14]

{فَجَاءَتْهُ إِحْدَاهُمَا تَمْشِي عَلَى اسْتِحْيَاءٍ قَالَتْ إِنَّ أَبِي يَدْعُوكَ لِيَجْزِيَكَ أَجْرَ مَا سَقَيْتَ لَنَا فَلَمَّا جَاءَهُ وَقَصَّ عَلَيْهِ الْقَصَصَ قَالَ لَا تَخَفْ نَجَوْتَ مِنَ الْقَوْمِ الظَّالِمِينَ

Kemudian datanglah kepada Musa salah seorang dari kedua wanita itu berjalan kemalu-maluan, ia berkata: "Sesungguhnya bapakku memanggil kamu agar ia memberikan balasan terhadap (kebaikan)mu memberi minum (ternak) kami". Maka tatkala Musa mendatangi bapaknya (Syu'aib) dan menceritakan kepadanya cerita (mengenai dirinya), Syu'aib berkata: "Janganlah kamu takut. Kamu telah selamat dari orang-orang yang zalim itu". (QS.al-Qasas ayat 25)[15]

6.    Dakwah dimaknai dengan nama atau gelar, sebagaimana dalam surah an-Nuur ayat 63:
لَّا تَجْعَلُوا۟ دُعَآءَ ٱلرَّسُولِ بَيْنَكُمْ كَدُعَآءِ بَعْضِكُم بَعْضًا قَدْ يَعْلَمُ ٱللَّهُ ٱلَّذِينَ يَتَسَلَّلُونَ مِنكُمْ لِوَاذًا فَلْيَحْذَرِ ٱلَّذِينَ يُخَالِفُونَ عَنْ أَمْرِهِۦٓ أَن تُصِيبَهُمْ فِتْنَةٌ أَوْ يُصِيبَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ
Janganlah kamu jadikan panggilan Rasul diantara kamu seperti panggilan sebahagian kamu kepada sebahagian (yang lain). Sesungguhnya Allah telah mengetahui orang-orang yang berangsur-angsur pergi di antara kamu dengan berlindung (kepada kawannya), maka hendaklah orang-orang yang menyalahi perintah Rasul takut akan ditimpa cobaan atau ditimpa azab yang pedih. (Qs.an-Nuur ayat 63)[16]
7.    Pemaknaan dakwah seperti doa di dalam surat ali Imran ayat 28:

هُنَالِكَ دَعَا زَكَرِيَّا رَبَّهُۥ ۖ قَالَ رَبِّ هَبْ لِى مِن لَّدُنكَ ذُرِّيَّةً طَيِّبَةً ۖ إِنَّكَ سَمِيعُ ٱلدُّعَآءِ
Di sanalah Zakariya mendoa kepada Tuhannya seraya berkata: "Ya Tuhanku, berilah aku dari sisi Engkau seorang anak yang baik. Sesungguhnya Engkau Maha Pendengar doa". (QS.ali Imran ayat 28)[17]
·      Adapun pengertian dakwah menurut terminologi beberapa tokoh,seperti:
1.    Syaikh Ali Mahfudz menyebutkan makna dakwah menurut terminology adalah memotivasi manusia atau mengajak manusia untuk melakukan hal yang baik dan meninggalkan yang buruk.[18]

2.    Menurut Prof Toha Yahya Omar,MA menyebutkan bahwa dakwah menurut terminology adalah mengajak manusia secara bijaksana,baik dan lembut agar manusia tersebut selamat dan bahagia dunia akhirat.

3.    Dr.M Quraish Shihab menjelaskan dakwah secara terminology adalah suatu ajakan atau seruan keinsyafan kepada manusia ataunusaha mengubah situasi manusia agar lebih baik dari sebelumnya.Dakwah juga harus berperan dalam menuju ajaran islam secara lebih menyeluruh dalam kehidupan manusia

4.    Ibnu Taimiyah berpendapat bahwa dakwah adalah suatu proses usaha dalam mengajak sesorang taat kepada Allah dan percaya serta taat oleh apa apa yang diberitakan rasul serta mengajak agar dalam menyembah Allah seakan akan melihat-Nya.

5.    Masdar Helmi mengatakan bahwa dakwah adalah suatu kegiatan mengajak manusia untuk taat kepada ajaran aj-aran islam dengan baik dan benar termasuk amar ma’ruf nahyi munkar.

6.    Menurut Amin Rais,dakwah adalah gerakan simultan dalam berbagai bidang kehidupan untuk mengubah status quo agar nilai nilai islam memperoleh kesempatan untuk tumbuh subur demi kebahagiaan seluruh umat manusia[19]

7.    Seorang dai yang terkenal dengan suaranya yang lembu Aa Gym berpendapat dakwah dibedakan menjadi 2. Pertama dakwah yang berifat pembinaan dan yang kedua dakwah bersifat pengembangan,maksud dari dakwah pembinaan adalah kegiatan mempertahankan dan menyempurnakan suatu hal yang ada sebelumnya sedangkan dakwah pengembangan adalah suatu kegiatan yang bersifat pembaruan suatu hal baik yang belum ada sebelumnya.

8.    Menurut Asmuni Syukir dakwah islam adalah suatu proses yang sadar dan terencana yang diselenggarakan untuk mengajak manusia ke jalan Allah dan mengubah situasi kea rah yang lebih baik dari sebelumnya dalam rangka mencapai tujuan tertentu yaitu bahagia dunia akhirat.

9.    Menurut Syekh Muhammad al-Ghazali dakwah adalah suatu program yang sempurna yang menhimpun semua pengetahuan yang dibutuhkan manusia di semua bidang,agar ia ia dapat memahami tujuan hidupnya.

10.Menurut M.Natsir tokoh asal sumatera barat dakwah adalah suatu kegiatan mengajak amar ma’ruf nahyi munkar yang tak cukup dilakukan dengan lisan saja tapi harus dengan perbuatan dan contoh kepribadian yang baik secara nyata agar dapat dicontoh seseorang yang melihatnya[20]

C.  Beberapa Istilah Yang Terkait Dengan Makna Dakwah

   Pengertian dakwah dari segi bahasa dan beberapa definisi para ahli telah memunculkan beberapa istilah istilah dakwah yang sebagian telah popular di kalangan orang islam seperti: tabligh, khutbah, nasihah, tabsyir, tandzir, ta’lim, tausiyah. Istilah istilah tersebut memiliki makna masing masing yang tertulis di beberapa ayat Al-Quran:
1)    Tabligh,mungkin kata ini sudah tidak asing lagi dikalangan umat muslim. Pelaku tabligh biasannya disebut mubaligh. Dari segi bahasa tabligh mempunyai arti menyampaikan sedangkan dari segi istilah: tabligh adalah suatu kegiatan memberikan informasi yang benar, pengetahuan yang factual, yang dapat membantu manusia membentuk pendapat di saat dilanda kesulitan.[21]Al-Quran pun menjelaskan tentang arti tabligh, antara lain:
يَا أَيُّهَا الرَّسُولُ بَلِّغْ مَا أُنْزِلَ إِلَيْكَ مِنْ رَبِّكَ وَإِنْ لَمْ تَفْعَلْ فَمَا بَلَّغْتَ رِسَالَتَهُ وَاللَّهُ يَعْصِمُكَ مِنَ النَّاسِ إِنَّ اللَّهَ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الْكَافِرِينَ
Hai Rasul, sampaikanlah apa yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu. Dan jika tidak kamu kerjakan (apa yang diperintahkan itu, berarti) kamu tidak menyampaikan amanat-Nya. Allah memelihara kamu dari (gangguan) manusia. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang kafir. (QS.AL-Maidah[5]67)[22]

وَّإِن تَوَلَّوْا۟ فَإِنَّمَا عَلَيْكَ ٱلْبَلَٰغُ ۗ
dan jika mereka berpaling, maka kewajiban kamu hanyalah menyampaikan (ayat-ayat Allah). (QS.Ali Imron[3](20).[23]
            Meskipun tugas mubaligh hanya menyampaikan ajaran islam, namun mubaligh dituntut untuk menyampaikan tabligh dengan baik dan jelas agar mitra dakwah paham dan tidak merasa bosan mendengarkan tabligh tersebut, perintah memberikan penjelasan dalam menyampaikan tabligh terdapat dalam surat Yaasiin ayat 17: “Dan kewajiban kami tidak lain hanyalah menyampaikan perintah Allah dengan jelas”[24]

Tabligh juga mempunyai beberapa keutamaan,seperti yang dijelaskan di dalam Al-Quran surat Adz-Dzariyat ayat 55 yang makna artinya adalah “teruslah memberikan peringatan (nasihat) sesungguhnya peringatan itu sangat bermanfaat bagi manusia”[25].
Orang yang melakukan kegiatan tabligh baik pemberi materi maupun pendengar akan mendapatkan pahala yang berlimpah dari Allah, janji Allah itu pun terdapat pada surat An-Nisa ayat 114: “tidak ada kebaikan kecuali bisikan bisikan (nasihat) dari orang yang menyuruh berbuat ma’ruf (baik).
Dengan demikian target utama tabligh adalah pemahaman dan pemikiran bukan perilaku maupun sikap mitra dakwah.[26]
1) Kata Khutbah berasal dari bahasa arab ‘khutbhah’ yang artinya pidato[27]. Orang yang menyampaikan khotbah disebut ‘khatib’. , Biasanya khotbah disampaikan pada upacara upacara agama seperti khotbah jumat, khotbah nikah, khotbah hari raya dan sebagainya yang mempunyai syarat dan rukun tertentu. Awal mula khutbah ini pada saat Rasulullah menyebarkan agama islam di jazirah Arab. Yang paling populer saat itu adalah khutbatul-wada saat itu Rasulullah menyampaikan khutbah dihadapan ribuan kaum muslimin yang sedang melaksanakan ibadah haji, saat itu Rasulullahg menyampaikan khutbah mengenai ajaran agama dan kehidupan di dunia dan akhirat.[28]

2) Nasihah memiliki makna yang hamper sama dengan dakwah. Nasihah terdiri dari 3 huruf: nun, shad, ha’, ketiga huruf itu mempunyai arti memberi nasihat, penjahit dan membersihkan[29].Syekh Ahmad bin syekh Hijazi berpendapat atas arti tiga kata tersebut Syekh Akhmad menjelaskan ‘orang yang memberi nasihat sama seperti dengan penjahit baju ia menjaga kualitas dan memperbaiki barang yang ia terimanya, pemberi nasihat juga memperbaiki keagamaan seseorang seperti membersihkan madu dari lumuran lilin’. Nasihah biasannya tidak hanya disampaikan lewat lisan namun juga dengan tulisan pelakunya disebut ‘Nashih’[30]. Istilah ini terdapat dalam Al-Quran:
أُبَلِّغُكُمْ رِسَٰلَٰتِ رَبِّى وَأَنَا۠ لَكُمْ نَاصِحٌ أَمِينٌ
Aku menyampaikan amanat-amanat Tuhanku kepadamu dan aku hanyalah pemberi nasehat yang terpercaya bagimu (Al-A’raf[7]; 68)
3) Tabsyir, yaitu memberikan uraian agama kepada orang lain dan uraian itu berisi hal yang menggembirakan seperti janji jani Allah dengan pahala sorga bagi mereka yang mau beriman dan bertakwa.[31] Orang yang memberikan Tabsyir disebut Basyir. Tabsyir juga memiliki makna yang sama dengan Targhib yaitu memberikan ajaran agama yang menyenangkan dan memberikan semangat si penerima agar dapat mengamalkannya. Di Al-Quran terdapat beberapa surat yang menyebut Tabsyir,seperti di surat Al-Isra ayat 105:
 وَبِالْحَقِّ أَنزلْنَاهُ وَبِالْحَقِّ نزلَ وَمَا أَرْسَلْنَاكَ إِلا مُبَشِّرًا وَنَذِيرًا
Dan Kami turunkan (Al-Qur’an) itu dengan sebenar-benarnya dan Al-Qur’an itu telah turun dengan (membawa) kebenaran. Dan Kami tidak mengutus kamu, melainkan sebagai pembawa berita gembira dan pemberi peringatan (QS.Al-Isra'[7], 105)
Tabsyir juga ditegaskan oleh Rasulullah di hadistnya: “Berilah kabar gembira dan jangan menggelisahkannya. Berbuatlah sesuatu yang memudahkan dan jangan membuat sesuatu yang menyulitkan.” (HR.Muslim&Abu Daud).
Dalam pemaparan diatas inti dari tabsyir adalah jadilah orang yang selalu memberi kabar gembira dan mudahkanlah urusan sesame jangan sampai menyulitkan orang sekitar

4)  Tandzir, lawan dari tabsyir disebut dengan tandzir. Arti dari ‘tandzir’ adalah memberikan ancaman atau peringatan bagi orang orang yang melanggar syariat Allah dengan harapan orang itu bisa berhenti dari maksiat tersebut. Dalam pemaparan pesannya, Al-Quran telah memberikan penjelasan yang beriringan antara tabsyir dan tandzir. Pada ayat ini Allah menjelaskan kenkmatan surga lalu diikuti dengan pedihnya siksa neraka. Ayat tersebut terdapat pada surat Al-Ghasiyah ayat 1-16, ayat tersebut menjelaskan tentang wajah orang kafir saat di siksa dineraka lalu diikuti dengan wajah wajah orang mukmin yang berseri seri saat di surga[32]. Al-Quran pun menegaskan bahwa tugas RAsulullah selain menjadi basir (pemberi kabar gembira), rasulullah pun bertugas sebagai nadzir(pemberi peringatan) seperti firman Allah di surat Al-Baqarah ayat 119:
إِنَّآ أَرْسَلْنَٰكَ بِٱلْحَقِّ بَشِيرًا وَنَذِيرًا ۖ وَلَا تُسْـَٔلُ عَنْ أَصْحَٰبِ ٱلْجَحِيمِ
Sesungguhnya Kami telah mengutusmu (Muhammad) dengan kebenaran; sebagai pembawa berita gembira dan pemberi peringatan, dan kamu tidak akan diminta (pertanggungan jawab) tentang penghuni-penghuni neraka. (Al-Baqarah 2:119)
5) Ta’Lim, adalah istilah yang umum diartikan dengan pendidikan dan pengajaran.[33] Dalam kamus ta’lim juga diartikan dengan pengajaran suatu ilmu[34]. Di sisi lain ada yang mengartikan ta;lim adalah proses pendidikan hanya sebatas memberikan pemahaman, berbeda dengan tarbiyah yang cenderung memberikan pemahaman lalu mendorong orang tersebut untuk melaksankannya. Contoh: jika ada orang yang mendapatkan tentang pemahaman puasa senin-kamis maka dia sudah mendapatkan ta’lim tapi jika dia mengamalkan atau melakukan puasa senin-kamis maka ia mendapatkan tarbiyah.
Ta’lim adalah salah satu tugas yang diemban oleh Nabi dan para ulama pewarisnya. Tugas tugas tersebut seperti membacakan ayat ayat Allah dan memberikan pengetahuan tentang amar ma’ruf nahyi munkar kepada manusia agar bahagia dunia akhirat
6) Tausiyah memiliki makna yang sama dengan dakwah, apa yang disampaiakan saat tausiyah disebut dengan washiyah atau wasiat. Banyak yang memahami wasiat secara sempit banyak yang beranggapan wasiat adalah pemberian harta seseorang sebelum ia meninggal, dan si penerima wajib melaksanakan wasiat tersebut selagi itu tidak bertentangan dengan agama.[35]
     Dalam konteks dakwah wasiat dimaknai dengan pemberian pesan secara moral yang harus dijalankan si penerima wasiat, Pesan moral wasiat sangat penting disbanding dengan pesan yang lain karena bukan hanya berisi sebagai perintah namun juga sebagai tuntunan yang harus dilaksanakan. Jika si penerima wasiat tidak melaksakannya ia akan dijatuhi sanksi moral yang berat.
Di dalam Al-Quran ada surat yang membahas tentang wasiat wasiat keagamaan para nabi ke anak cucu serta umatnya dan wasiat Allah SWT kepada para nabi-Nya,seperti di surat al-Baqarah ayat[2] 131-132:
إِذْ قَالَ لَهُۥ رَبُّهُۥٓ أَسْلِمْ ۖ قَالَ أَسْلَمْتُ لِرَبِّ ٱلْعَٰلَمِينَ
Ketika Tuhannya berfirman kepadanya: "Tunduk patuhlah!" Ibrahim menjawab: "Aku tunduk patuh kepada Tuhan semesta alam". (Al-Baqarah 2:131)
وَوَصَّىٰ بِهَآ إِبْرَٰهِۦمُ بَنِيهِ وَيَعْقُوبُ يَٰبَنِىَّ إِنَّ ٱللَّهَ ٱصْطَفَىٰ لَكُمُ ٱلدِّينَ فَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنتُم مُّسْلِمُونَ
Dan Ibrahim telah mewasiatkan ucapan itu kepada anak-anaknya, demikian pula Ya'qub. (Ibrahim berkata): "Hai anak-anakku! Sesungguhnya Allah telah memilih agama ini bagimu, maka janganlah kamu mati kecuali dalam memeluk agama Islam". (Al-Baqarah 2:132)

8) Amar ma’ruf nahi munkar, kata amar ma’ruf tidak dapat dipisahkan dengan nahi munkar. Amar ma’ruf berasal dari kata arafa yang berarti mengetahu atau mengenal. Jadi ma’ruf adalah sesuatu yang dikenal, dimengerti dan pantas. Sedangkan munkar memiliki arti sesuatu yang dibenci, ditolak dan tidak pantas.
Amar ma’ruf nahi munkar merupakan kewajiban seorang muslim pelaksanaannya diutamakan di orang orang terdekat sesuai dengan kemampuannya orang yang tidak melakukan perbuatan tersebut padahal ia mampu ia dipandang sebagai orang yang berdosabahkan diancam dengan laknat dan di siksa dunia akhirat. Sedangkan tugas orang non mukmin sebaliknya yaitu amar munkar nahi ma’ruf, [36]Allah pun menjelaskan dalam firman-Nya di dalam surat At-Taubah [9] ayat 67 dan 71:
ٱلْمُنَٰفِقُونَ وَٱلْمُنَٰفِقَٰتُ بَعْضُهُم مِّنۢ بَعْضٍ ۚ يَأْمُرُونَ بِٱلْمُنكَرِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ ٱلْمَعْرُوفِ وَيَقْبِضُونَ أَيْدِيَهُمْ ۚ نَسُوا۟ ٱللَّهَ فَنَسِيَهُمْ ۗ إِنَّ ٱلْمُنَٰفِقِينَ هُمُ ٱلْفَٰسِقُونَ
Orang-orang munafik laki-laki dan perempuan. sebagian dengan sebagian yang lain adalah sama, mereka menyuruh membuat yang munkar dan melarang berbuat yang ma'ruf dan mereka menggenggamkan tangannya. Mereka telah lupa kepada Allah, maka Allah melupakan mereka. Sesungguhnya orang-orang munafik itu adalah orang-orang yang fasik. (At-Taubah [9]:67)
وَٱلْمُؤْمِنُونَ وَٱلْمُؤْمِنَٰتُ بَعْضُهُمْ أَوْلِيَآءُ بَعْضٍ ۚ يَأْمُرُونَ بِٱلْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ ٱلْمُنكَرِ وَيُقِيمُونَ ٱلصَّلَوٰةَ وَيُؤْتُونَ ٱلزَّكَوٰةَ وَيُطِيعُونَ ٱللَّهَ وَرَسُولَهُۥٓ ۚ أُو۟لَٰٓئِكَ سَيَرْحَمُهُمُ ٱللَّهُ ۗ إِنَّ ٱللَّهَ عَزِيزٌ حَكِيمٌ
Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebahagian mereka (adalah) menjadi penolong bagi sebahagian yang lain. Mereka menyuruh (mengerjakan) yang ma'ruf, mencegah dari yang munkar, mendirikan shalat, menunaikan zakat dan mereka taat pada Allah dan Rasul-Nya. Mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah; sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. (At-Taubah [9]:71)
Sebagai seorang muslim yang beriman kita berkewajiban untuk menyampaikan kebenaran dan mencegah hal yang buruk sesuai dengan kemampuan kita. Jangan kita biarkan orang yang melakukan kemunkaran, karena surga terlalu luas jika untuk sendirian.

BAB II
KESIMPULAN
Kesimpulan yang dapat diambil dari makalah ini adalah begitu luasnya pengertian tentang dakwah berdasarkan apa yang disampaikan oleh firman firman Allah di dalam Al-quran dan definisi menurut tokoh ahli agama.
Di makalah ini juga menjelaskan pentingnya berdakwah bagi seorang muslim karena dakwah dapat merubah situasi seorang muslim yang kurang baik menjadi lebih baik dari sebelumnya.

DAFTAR PUSAKA
Alimansyah, Iman dkk. Kamus Arab-Indonesia. Yogyakarta: Kawah Media. 2013
Anwar, Shabri Sholeh dkk. Filosofi Dakwah Kontemporer. Riau : PTindragiri Dot Com. 2018.
Asmaya, Enung. Aa Gym Dai Sejuk Di Kalangan Umat Majemuk. Jakarta: Hikmah. 2003
Aziz, Moh Ali. Ilmu Dakwah. Jakarta: Kencana. 2015.
Bisri, Hasan. Ilmu Dakwah Pengembangan Masyarakat. Surabaya: UINSA Press. 2014
Ishak, Saidulkarnain. Dakwah Sambil Ngenet. Jakarta: PT.Elex Media Komputindo. 2015
Luth. Thohir. M. Natsir Dan Pemikirannya. Jakarta: Gema Insani. 2005
Muchsin, Efendi Lalu. Psikologi Dakwah. Jakarta: Prenadamedia Group. 2006
Pirol, Abdur. Komunikasi Dan Dakwah Islam. Sleman: CV.Budi Utama. 2018.
Rais, Amien. Cakrawala Islam. Bandung: Mizan. 1987
Ramli, Muh. Dakwah Itu Cinta. Jakarta: PT.Elex Media Komputindo. 2019
Rastha, Mahestha. Tak Kenal Maka Tak Dakwah. Jakarta: PT.Elex Media Komputindo. 2019
Sasono, Adi dkk. Solusi Islam. Jakarta: Gema Insani Press. 1998
Syamsudin. Pengantar Sosiologi Dakwah. Jakarta: Kencana. 2016
Trisnawati, Evi, Hubungan Popularitas Da’I Dalam Mengikuti Kegiatan Tabligh. Semarang: IAIN Walisongo. 2012



[1] Faizah dan Lalu Muchsin Effendi, Psikologi Dakwah,(Jakarta: Prenada Media Group,2006), h.4
[2] Faizah dan Lalu Muchsin Effendi, Psikologi Dakwah,(Jakarta: Prenada Media Group,2006), h.7
[3] Adi Santoso dkk, Solusi Islam Atas Problematika Umat,(Jakarta: Gema Insani Press,1998), h.175
[4] Abdul PIlor, Komunikasi dan Dakwah Islam,(Sleman: CV BUDI UTAMA,2018), h.5
[5] Syamsudin, Sosiologi Dakwah,(Jakarta: Kencana,2016), h.7
[6] Muh.Ramli, Dakwah Itu Cinta,(Jakarta: PT.Gramedia,2019), h.65
[7] Mahesta Rastha Andaara, Tak Kenal Maka Tak Dakwah,(Jakarta: PT.Elex Media,2019), h.65
[8] Masduki dan Shabri Shaleh Anwar, Filosofi Dakwah Kontemporer, (Riau: PT.Indragiri Dot Com,2018), h.1-2
[9] Moh.Ali Aziz, Ilmu Dakwah, Cet.6, (Jakarta: Kencana,2015), h.5
[10] Al-Quran surat Al-Baqarah ayat 186
[11] Al-Quran surat Al-Baqarah ayat 221
[12] Moh.Ali Aziz, Ilmu Dakwah, Cet.6, (Jakarta: Kencana, 2015), h.6

[13] Al-Quran surat Shad ayat 51
[14] Moh.Ali Aziz, Ilmu Dakwah, Cet.6, (Jakarta: Kencana, 2015), h.7
[15] Al-Quran surat al-Qasas ayat 25
[16] Al-Quran surat an-Nuur ayat 28
[17] Al-Quran Surat ali Imran ayat 28
[18] Saidulkarnain Ishak, Dakwah Sambil Ngenet, (Jakarta: PT Elex Media:2015), h.4
[19] Amin Rais, cakarwala islam (Bandung: Mizan,1991), hal.26
[20] Thohir Luth, M Natsir Dengan Pemikirannya, Cet kedua,(Depok: Gema Insani, 2005), h.80
[21] Evi Trisnawati, “Hubungan Popularitas Da’I Dengan minat Mad’u Dalam Mengikuti Kegiatan Tabligh”, Pengertian Tabligh, (Juni, 2012), h.26
[22] Al-Quran surat Al-maidah ayat 67
[23] Al-Quran surat Ali Imron ayat 20
[24] Al-Quran surat Yaasiin ayat 17
[25] Arti surat Adz-Dzariyat ayat 55
[26] Moh.Ali Aziz, Ilmu Dakwah, Cet.6, (Jakarta:Kencana,2015),h.19

[27] Toni Praninska dkk, Kamus Arab-Indonesia, (Yogyakarta:2013), h.84
[28] Lutfhi Muhyiddin, “Gaya Bahasa Khutbah”, Pengertian Khutbah, (Februari:2013)

[29] Moh.Ali Aziz, Ilmu Dakwah, Cet.6, (Jakarta:Kencana,2015),h.19
[30] Hasan Bisri, Ilmu Dakwah Dalam Pengembangan Masyarakat, (Surabaya:Uinsa Press, 2014), h.45
[31] Hasan Bisri, Ilmu Dakwah Dalam Pengembangan Masyarakat, (Surabaya:Uinsa Press, 2014), h.45

[32] Hasan Bisri, Ilmu Dakwah Dalam Pengembangan Masyarakat, (Surabaya:Uinsa Press, 2014), h.46
[33]  Ahmad Syah, “Al-Fikra”, Jurnal Ilmaiah Keislaman,  Vol 7, No. 1 (Januari:2013)
[34] Moh.Ali Aziz, Ilmu Dakwah, Cet.6, (Jakarta:Kencana, 2015), h.29
[35] Moh.Ali Aziz, Ilmu Dakwah, Cet.6, (Jakarta:Kencana, 2015), h.26
[36] Moh.Ali Aziz, Ilmu Dakwah, Cet.6, (Jakarta:Kencana, 2015), h.32




                                                                    PPT MAKALAH 

Komentar

  1. Sangat mengispirasi namun kurang rapi diperbaiki dikit yaa terima kasih 🙏🏻

    BalasHapus
  2. Sangat bagus, tapi daftar isinya kurang rapi dan lainnya sudah bagus

    BalasHapus
  3. Materi cukup bagus. Untuk daftar isi kurang rapi sekian assalamualaikum✌️

    BalasHapus
  4. Materi bagus, mudah dipahami tapi kurang rapi sekian terima kasih.

    BalasHapus
  5. Sangat bermanfaat dan semoga bisa mengambil ilmu dari materi tsb. Ppt udh bagus,tp kerapian makalahnya perlu dikoreksi ulang

    BalasHapus
  6. sudah sangat joss, tetapi daftar isinya masih kurang rapi tolong diperhatikan lagi.

    BalasHapus
  7. semangat berkarya anak anak muda, jangan takut salah, Allah suka hambaNya yg bekerja keras

    BalasHapus
  8. materi sudah bagus,tapi sedikit dirapikan lagi

    BalasHapus
  9. Makalahnya sangat membantu dan bermanfaat dalam pengerjaan tugas

    BalasHapus
  10. Terima kasih makalahnya sangat membantu dan sangat bermanfaat

    BalasHapus
  11. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  12. Materinya bagus, hanya daftar isinya saja yang harus diperbaiki lagi. Lanjutkan semangat dakwah mu anak muda

    BalasHapus
  13. Materinya bagus, Lanjutkan semangat dakwah mu anak muda. skkrrttt skrrt

    BalasHapus
  14. ini fotonya ngga ada, segera diperbaiki

    BalasHapus
  15. Bagus, semoga kedepannya selalu membawa inspirasi bagi teman lainnya dan lebih baik lagi, aamiin

    BalasHapus
  16. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  17. Materinya sudah bagus, cumak kurang menunjukkan keindahan saja dalam publikasinya

    BalasHapus
  18. Materinya sudah bagus, cumak kurang menunjukkan keindahan saja dalam publikasinya

    BalasHapus
  19. Makalah ini sangat membantu siapa saja yang belum mengerti tentang pentingnya berdakwah.

    BalasHapus
  20. Materinya bagus, bermanfaat bagi kami yang belum mengerti tentang pengertian dakwah dan beberapa istilah yang terkait dengan makna dakwah

    BalasHapus
  21. Makalah nya sudah bagus, lumayan lengkap dan mudah untuk dipahami pembaca dan sangat bermanfaat bagi pembaca

    BalasHapus
  22. Alhamdulillah materi sangat mudah dipahami dan dicerna,sehingga membantu saya dalam mengerjakan makalah,semoga bermanfaat

    BalasHapus
  23. Bagus,materi yang di sediakan cukup lengkap,mungkin sedikit lebih diperjelas pada bagian bagian inti materinya

    BalasHapus
  24. Materinya sudah bagus, bisa menambah wawasan,dan sangat bermanfaat tetapi untuk bagian daftar isinya kurang rapi.

    BalasHapus
  25. Materinya sudah sangat bagus dan rinci, semoga bermanfaat untuk kita semua

    BalasHapus
  26. materinya yang dicantumkan sudah bagus hanya kurang dalam tanda bacanya

    BalasHapus
  27. Makalah ini sangat membantu para pelajar untuk mengenal apa arti dakwah

    BalasHapus
  28. Materi yang ditulis oleh penulis dalam blig ini sangat membantun untuk saya dalam memahami ilmy dakwah, dan menambah wawasan.

    BalasHapus
  29. Great post! Makalah ini dapat membantu pembaca untuk lebih mengenal makna dakwah. Terimakasih

    BalasHapus
  30. Alhamdulillah materinya bagus dan saya mudah untuk memahaminya,bisa menambah pengetahuan pembaca.

    BalasHapus
  31. Makalahnya bagus dan juga membantu saya untuk menyelesaikan tugas2 kuliah ,terus membuat makalah agar bisa membantu kita untuk belajar ilmu agama.

    BalasHapus
  32. alhamdulillh makalah ini memberi pemahaman bagi saya pentingnya berdakwah bagi seorang muslim karena dakwah dapat merubah situasi seorang muslim yang kurang baik menjadi lebih baik dari sebelumnya.

    BalasHapus
  33. Makalahnya mantap, semoga istiqomah dalam berkarya dan bermanfaat bagi yang lain

    BalasHapus
  34. Dengan membaca makalah ini memberikan kita tambahan pengetahuan mengenai pengertian dakwah itu

    BalasHapus
  35. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  36. Materinya sudah bagus, tp penataan tulisannya kurang rapi. Diperbaiki lagi, MALASNYA JANGAN DIKEMBANGIN!!

    BalasHapus
  37. Alhamdulillah dengan artikel ini bertambah ilmu dan wawasan saya mengenai Al-Qur'an

    BalasHapus
  38. Dengan membaca makalah ini memberikan kita tambahan pengetahuan mengenai pengertian dakwah itu

    BalasHapus
  39. Bagus banget kak...tolong ajarin donk..

    BalasHapus
  40. Mantap². Tersusun dengan rapi, isinnya nampak bagus walau belum terbaca 😁😁.

    BalasHapus
  41. Alhamdulillah banyak menemukan ilmu baru. Good! Dari segi tulisan tersusun rapi. Semangat.

    BalasHapus
  42. Alhamdulillah wes apik di tingkat no maneh mas!semagat horr pokok e wkwkwk

    BalasHapus
  43. Alhamdulillah makalahnya sangat membantu semoga bermanfaat bagi pembaca dan materinya sangat mudah d fahami

    BalasHapus
  44. Subhanallah... Semoga makalah ini bisa bermanfaat bagi semuanya... Semangat kawan..

    BalasHapus

Posting Komentar